Cerita Dewasa Janda Digoda ABG Nakal Part1

Cerita Dewasa Janda Digoda ABG Nakal Part1

Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D

Cerita Dewasa Janda Digoda ABG Nakal Part1 – Slot Gacor Wajib4D Astaga! ia mengintipku! Saat saya baru melepaskan handuk setelah mandi. Ya anak itu mengintipku! Saya tahu tepat dari kelebatan pakaian seragamnya dari balik kaca nako indekostku. Kelihatan terang itu ia! Firman! anak abg samping indekostku yang baru kelas 2 SMP! Saya hanya seorang wanita yang sudah berpisah, umurku juga telah mencapai 35 tahun.

Tetapi kenapa anak abg itu nekad mengintipku? Apa saya harus geram? Ah tidak, saya kebingungan sekali karena saya tidak rasakan amarah dalam diriku, benar-benar tidak. Saya malah kebingungan dengan diriku, ada apakah ini? Entahlah mengapa saya malah berasa suka ada anak abg mengintipku saat saya sedang pada kondisi polos tanpa selembar benang juga! Entahlah mengapa saya malah berasa tersanjung.

Duhh malu-maluin sekali, mengapa kewanitaanku mendadak berasa geli dan lembab pikirkan peristiwa baru saja. Ada apakah dengan diriku? Mendadak saya rasakan kegatalan yang menyodok, yang dirasa nikmat sesudah dua tahun perpisahanku. Ini ialah rasa yang pertama kalinya kualami sesudah sepanjang dua tahun saya tidak pernah kembali “bersinggungan” dengan lelaki. Rasa nikmat itu ibarat mengucur kuat mendadak, bermula dari puting buah dadaku yang melafalkanng lalu menjalar ke antara pahaku.

Saya berasa nikmat sekali, ingin sekali rasanya kuselesaikan waktu itu juga. Tetapi.. tidak! Itu suatu hal yang tabu buatku, apalagi saya harus selekasnya pergi kerja, saya dapat telat dan terkena potong upah bila terlambat ke kantor. Selekasnya kupakai bajuku, sebuah seragam berbentuk gaun terusan panjang biru muda dengan sabuk kecil warna coklat yang melingkar di atas pinggangku.

Pagi yang cantik ini saya berasa manis sekali, meskipun hatiku masih berdebar-debar kuat karena kejadian “pengintipan” Baru saja. Ow. Ia sedang berdiri dengan seragam uniknya putih-biru. Badannya terlihat kurus, dan semakin kelihatan kurus sesudah kusaksikan kakinya kering dan kecil. Innocence! keluhku.

Cerita Dewasa Janda Digoda ABG Nakal Part1

Benar-benar anak abg ini ibarat figur yang tidak berdosa dan terlampau muda untuk tahu beberapa soal orang dewasa. Tetapi siapa kira, baru saja dia ketahuan melihat ke kamarku, mendapati tertelanjanganku entahlah yang ke berapakah kali. Yang saya tahu ya hanya barusan pagi itu.Saya mengambil langkah merapat ke arahnya.

Canggung sekali rasanya saat dekati aktor “kriminil” cilik ini. Saya belum mempunyai keberanian untuk menginterogasinya, saya masih malu! Firman, umurnya kutaksir sekitaran 15 tahun. Dia terlihat tenang sekali saat saya akan merapat kepadanya. Dan tidak kuduga benar-benar dia menyapaku dengan “ramah” sekali.

“Pagi Tante cantik…mau pergi kerja ya?”

“Apes!” saya bersungut-sungut dalam hati.

Nyantai sekali anak ini, apa memang ia tidak berasa kupergoki ya? Pada akhirnya kupaksakan menyongsong ke-“ramah”-annya dengan sewajar mungkin.

“Pagi Fir. Kok belum ke sekolah?”

“nanti kembali Tan, kembali tunggu teman ingin njemput neh,” jawabannya tenang sekalian matanya menatapku lekat-lekat.

“Eh beraninya anak ini?” pikirku, apa ia tidak tahu ya jika saya telah mergokin tindakan nakalnya baru saja?

Saya tidak dapat melamun semakin lama karena mobil antar-jemputku tentu sudah menantiku di ujung gang.

“Iya dech, saya pergi dulu'” kataku sekenanya.

“Silahkan Tanteku yang cantik'” Tegasnya tanpa gestur malu atau berdosa. Malah saya yang saat ini menjadi salah tingkah karena pagi-pagi telah dapat pujian dari cowok abg jahil.

“Iya Fir, thanks ya..dadahh!” Kembali lagi saya ketidaktahuan sendiri..

“Thanks buat apa Tan??” tanyanya sekalian mencegat langkahku.

Uh sebel sekali saya dibikin kikuk semacam ini, bagaimana dapat anak abg ini membuat wanita dewasa sepertiku mati kutu? Saya dekatinya satu kali lagi dan selekasnya kucubit gaungs pipinya..

“Huhh kamu ini, sudah sekolah sana!”

Tetapi dengan cekatan tanganku ditelikungnya hingga ia balik merengkuhku

“Hehehehe..tidak boleh geram donk Tanteku yang elok..”

Cerita Dewasa Janda Digoda ABG Nakal Part1
Cerita Dewasa Janda Digoda ABG Nakal Part1
Kunjungi Juga : Pemburu Jackpot & Wajib 4D Jackpot & Hasrat Bispak

Saya benar-benar berasa aneh, saya tidak dapat geram dengan kenakalan anak ini dan bingungnya baru saja sekali itu saya berasa dekat dengan seorang meskipun itu cuma seorang anak abg. Tetapi cengkrama singkat pagi itu seolah memberikan semangat baru. Saya menjewer telinganya, dan ia balik mengelitik pinggangku. Lantas di saat yang tidak kuduga ia merengkuhku kuat hingga kepalanya melekat kuat pada dadaku. Tiba-tiba hatiku deru..ahh tidak. Ia bahkan juga lebih patut jadi anakku.

Kami berdua jadi sama-sama goda dan ketawa. Saya usaha keras untuk bergurau selayaknya, seperti seorang ibu ke anaknya, atau kakak ke adiknya, atau tante ke sepupunya. Episode itu sudah pasti jadi perhatian penghuni kost-kosan lainnya yang selekasnya tersenyum-senyum menyaksikan lelucon kami. Mudah-mudahan saja mereka tidak berpikiran yang tidak-tidak mengenai kami yang berbeda umur jauh sekali. Tapi rupanya malah saya yang terjerat untuk berpikiran tidak-tidak. Karena..aduhh, barusan entahlah menyengaja atau mungkin tidak ia Firman sempat meremas bokongku.

Mendadak kulitku meremang dan saya berasa geli sendiri. Apa lagi jika kuingat barusan kepalanya sempat melekat lama pada dadaku, dadaku terasanya megar penuh seolah menyesak pada kain penutupnya. Siang itu sampai sore hari, saya terus terpikir gurauan-gurauan Firman yang seolah menggugahku dari tidur yang panjang. Saya sudah berpisah semenjak 2 tahun kemarin, rasanya benar-benar menyakitkan hingga kuputuskan untuk mengelana ke Jakarta untuk hapus masa lalu yang menyedihkanku.

Saat perpisahan saya selalu tutup diri dari pertemanan yang serius dengan musuh tipe. Saya isi hari untuk hari dengan aktivitas bekerja, senam, mengolah, dan menjaga diriku. Siapa yang tahu nantinya saya akan bertemu jodoh yang lebih bagus dari bekas suamiku, karena bagaimana juga saya harus punyai pasangan nantinya, punyai keluarga, punyai anak, dst . Maka saya jangan tersuruk pada duka cita yang menganiaya.

Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D

Tapi…apakah saya ini masih lumayan elok dan menarik hingga Firman yang ingusan itu nekad mengintipku dan memikatku?? Ahh saya tidak tahu tentu. Mendadak saja beberapa pertanyaan aneh ini berkelebatan terus dipikiranku. Ahh narsisnya saya. Siapa yang tahu ia barusan hanya main-main saja? atau ia tidak menyengaja? Terus apa tujuannya ia barusan meremas bokongku? Apa tujuannya ia barusan tempelkan kepalanya pada dadaku? Saya usaha lupakan beberapa pikiran konyol ini dengan konsentrasi pada pekerjaan. Tetapi anehnya saya justru tidak dapat konsen. Kebingungan! saya jadi semakin rekat pada panggilan Firman yang memikatku dengan panggilan.

“Tante Elok”.

Sebenarnya, apa ia hanya main-main atau sekadar membual tetap membuatku tersanjung. Hingga saya jadi bertanya,

“apakah benar saya masih elok dan menarik?”

Sehabis pulang kerja, beragam pikiran dan perasaan yang aneh terus berkelindan dalam benakku. Hingga dalam kamar mandi, dengan telanjang bundar saya mematut-matut badanku di muka cermin, apakah benar saya masih menarik. Ahh..tidak ada keriput, kuraba payudaraku masih tetap berasa kuat dan berisi, perutku tidak berlemak, lenganku masih singset, mukaku?? Ahhh saya tidak tahu. Saya jadi bergidik bila ingat ia mengintipku.

Mendadak saya berasa ingin pembuktian. Saya harus menunjukkan diri apa saya ini masih menarik atau mungkin tidak? tidak perduli bila itu harus kuujicobakan ke anak abg seperti Firman. Bolehkah buat. Ini ialah opsi yang paling kecil risikonya daripada bila saya memberikan bukti pada lelaki yang telah dewasa, bisa jadi saya jatuh karisma kelak hihihihi.

Kebenaran saya sedikit tahu rutinitas Firman jika malam hari. Ia biasa sekedar duduk sendiri sekalian baca-baca koran di tangga loteng untuk menjemur baju. Apa kurang lebih ia tetap dengan kebiasannya itu? Kusibak gorden jendelaku dan saya melihat keluar. Uhh betul sekali, ia masih di situ, seolah tengah melamunkan suatu hal.sebuah hal. Tetapi saya kebingungan, saya harus bagaimana saat ini? Bagaimana saya harus mengawalinya supaya rencanaku berjalan mulus.

Cerita Dewasa Janda Digoda ABG Nakal Part1

Ahai, saya masih mempunyai beberapa jemuran yang basah yang umumnya kujemur pagi-pagi sekali. Tapiii…aku harus bagaimana? Dadaku deru pikirkan gagasan dan sensasi-sensasi aneh yang mulai mencekramku. Saya jadi ingin tampil menarik di depan anak ingusan itu sekarang ini.

Selekasnya kupilih daster terusan pendek yang aku pikir cukup sexy, karena cukup ketat, dengan bahan tipis dan menerawang Pencuri Jackpot jika terkena cahaya lampu. Saya ingin sekali menyaksikan reaksi Firman kelak. Adeehh..mendadak saja saya berasa geli kembali pada selangkanganku, geli-geli dan gatal seperti ingin disentuh. Mendadak saya berasa membersitkan cairan..duhh mengapa kok saya mendadak basah ya..?? Saya sangsi apa gagasan ini harus kuteruskan? apa saya tidak berkesan murahan? Tetapi keinginanku semakin menggelora, rasanya keinginantahuanku sudah tidak dapat kutahan kembali. Toh saya tidak ngapa-ngapain, saya kan hanya ingin tahu reaksi anak abg itu? Ahh..kembali lagi usaha mencari alibi untuk justifikasi rencanaku.

Yahh. Mau tidak mau kubulatkan saja kemauanku. Saat ini! atau mungkin tidak benar-benar! Kakiku labil saat kulangkahkan ke arah tangga jemuran. Makin merapat ke Firman dadaku semakin deru, mudah-mudahan tidak ada penghuni kost-kosan yang lain tahu kondisiku waktu itu, seorang wanita, janda juga! dengan baju yang kemungkinan cuma pas untuk digunakan dalam ruang tidur! Untungnya ia tidak ketahui kedatanganku.

Tetapi saat telah dekat, mendadak ia melihat ke arahku. Tidak kuduga senyumannya terkembang lebar, nampaknya senang sekali. Tetapi saat saya telah dekat sekali, senyumannya beralih menjadi melongo ketika diriku telah begitu terang dalam penglihatan matanya. Matanya melihat rekat badanku, khususnya sisi dadaku. Saya terhenyak sekalian berasa tersanjung hebat.

“Hai Fir! kok melongo? minggir sedikit gih! Tante ingin njemur ni..” sapaku merusak keheningan..

Lalu kudengar sahutannya dengan suara seperti gemetaran..”Iiiiya Tan..silahkan..” mulutnya semakin melongo saat saya menjejaki tangga pertama.

“Hei!! kok melongo sich?” hardikku penuh bertanya.

“Aaa..sang..sang..silahkan Tan..,” sahutnya dengan suara yang gemetaran.

Cerita Dewasa Janda Digoda ABG Nakal Part1

Saya mengambil langkah terus sampai sejajar dengannya.

“Kok kamu gemetaran sichh..sakit yaa??” tanyaku sedikit sedih.

“Ee..tidak Tan..saya..saya..terkejut..kukira Tante bidadari darimanakah..” jawabannya.

Kusaksikan keluguan dan kejujuran di matanya. Gubraak! Aduh anak ini! Ia bergurau atau serius sich? Saya menjadi salah tingkah karena terus menerus disanjung.

“Uhh kamu ini, kecil-kecil sudah pintar nggombal!” Saya menyikapi perkataan Firman dengan hati yang campur baur.

“Ehh..benerr Tan..suerr..tante bak bidadari turun dari kahyangan..dan saya ingin menjadi Jaka Tarubnya

hehehehh..”

Deg! Jadi?? Tidakkah Jaka Tarub itu suka juga ngintip?

“Sehingga kamu suka ngintip seperti Jaka Tarub donk?” Aku segera coba menusuk ia.

“Ya bergantung Tan..” jawabannya polos, tidak ada kebimbangan di mukanya.

“Bergantung bagaimana??” saya jadi ingin tahu dan menangguhkan langkahku untuk menjemur baju.

“Bergantung orangnya Tan…kalau orangnya elok seperti Tante ya memang patut diintip,” jawabannya terang-terangan.

Hah? beraninya anak ini bicara semacam itu. Tetapi anehnya saya tidak dapat geram atau kesal, kebalikannya hatiku justru jadi berbunga-bunga..

“Weew Tante kok pipinya jadi merah sii? sukai yaa??” tanyanya mendadak, matanya terasanya langsung menyerang mataku.

“Duhh beraninya anak ini. Siapakah yang ngajarin kurang ajar semacam itu” pikirku?

“Huh sukai apaan?” sahutku cukup gemetaran.

“Sukai diintipin..hehehehehhh..” jawabannya

Terang-terangan. hatiku langsung berdegap kuat, lebih kuat dari mulanya. Statusku masih sejajar dengannya, berdiri sama-sama bersisihan di tangga yang sempit itu.

“Ja..jadii..kamu sukai melihat ya?” tanyaku pastikan.

“Kan saya telah ngomong Tan. Bergantung siapa dahulu orangnya,”jawabannya kembali sekalian senyuman-senyum memandang mataku.

Aduh anak ini, berani sekali ia bicara yang menjoroks-menjurus semacam itu. Dan matanya itu, tidak henti menelusuri badanku bahkan juga memandang mataku langsung. Anehnya saya malah jadi kikuk dilihatin semacam itu. Justru saya saat ini menunduk tidak berani beradu pandang dengannya. Ya ampuuunn…semua ucapannya itu terang diperuntukkan langsung kepadaku.

BERSAMBUNG…

Leave A Comment

Your email address will not be published.

en_USEnglish