Cerita Janda Digoda ABG Nakal Part2

Cerita Janda Digoda ABG Nakal Part2

Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D

Cerita Janda Digoda ABG Nakal Part2 – Diberlakukan semacam itu saya mulai Slot Gacor Wajib4D rasakan kesan yang aneh, kulitku jadi bergidik, puncak-pucuk dadaku terasanya menegang, dan antara pahaku jadi berasa geli-geli. Malu sekali rasanya dikerjain anak ingusan ini. Saya berasa tidak kuat kembali bersisihan dengannya dan dengar ucapan-ucapan yang mengarah cabul semacam itu. Pada akhirnya kuputuskan untuk tinggalkan Firman, saya harus tidak perduli dengan semua itu, atau berpura-pura tidak perduli.

Saya mengambil langkah bingung, satu-satu tangga kunaiki dengan labil. Nahasnya pada anak tangga paling akhir angin nakal bertiup kuat menguak gaunku dari bawah..wussshh..cepat sekali. Tidak sempat kutahan baju bawahku supaya tidak berkibar-kibar, tetapi saya kewalahan sendiri karena tanganku sedang menuntun se-ember jemuran.

Saya mengharap Firman tidak ketahui peristiwa itu, dapat malu saya dibikinnya. Tetapi sangkaanku salah besar. Di bawah Firman justru sedang berjongkok menyaksikan episode bajuku diungkap angin, mukanya tersenyum-senyum penuh makna tanpa rasa malu sedikitpun. Saya lekas-lekas naik kembali ke arah loteng supaya pasienanku selekasnya usai. Tetapi anehnya angin nakal itu seolah melafalkanrku. Bahkan juga saat sampai di loteng juga baju bawahku masih terkuak-singkap. Aduhhh..sang Firman justru jadi kegirangan, senyumannya…ya ampuun itu bukan senyum anak belia. Itu seringai serigala..

“Tannn!!,” Firman 1/2 berteriak panggilku dari anak tangga, “saya tidak perlu ngintip kok Tan…sudah kelihatan tuhh! …Pink!” serunya.

Duhh malunya saya, pipiku rasa terbakar api. jantungku berdetak kuat. Anak itu menjadi tahu dehh warna dalemanku, tetapi berani sekali ia memikatku semacam itu. Kurang ajar sekali ia!! Untuk sesaat saya ingin geram padanya. Tetapi selekasnya batal karena saya berasa aneh dengan badanku. Kulitku mendadak berasa peka sekali. Pori-poriku meremang. Dan saya rasakan kegelian yang bergabung nikmat sekali pada antara pahaku.

Ahh…aku rasakan basah di celana dalamku! Mengapa dapat ini?? Kenapa sesudah peristiwa malu-maluin ini saya justru jadi ini?

Cerita Janda Digoda ABG Nakal Part2

Entahlah memperoleh keberanian darimanakah, tiba-tiba tebersit kemauan supaya Firman bisa menyaksikan lebih lagi jelas sisi badanku yang kemungkinan jarang-jarang dia saksikan. Saya tidak usaha membenarkan busanaku yang terkuak, saya justru bersandiwara repot menjemur bajuku yang hanya empat potong saja.

Saya sendiri jadi bingung dengan diriku. Seakan ada kemampuan yang memaksakanku untuk memperlihatkan badanku di depan Firman. Seakan ada kemampuan yang meredamku supaya tidak segera usai menjemur baju. Saya inginkan ia melihatku lebih lagi jelas, saya ingin ia mengintipku atau apa saja! Saya ingin dengar komentarnya berkenaan badanku.

Wusshh..angin nakal bertiup kembali. Membuka lebih ke atas dasterku. Tetapi saya tidak lagi usaha meredamnya. Saya biarkan saja angin nakal itu. Dan saat saya melihat ke bawah ke Firman di atas loteng, Dia betul-betul melongo, matanya seolah melotot ke arahku tidak berkedip-kedip sesaat juga! Hatiku juga berdegap semakin kuat.

Semua pori-pori di badanku berasa semakin melebar dan megar, badanku berasa semakin peka. Saya mulai nikmati episode eksiku di muka anak belia ini. Tidak dapat kupungkiri kembali saya berasa suka dengan tindakanku ini. Ya saya berasa suka karena saya mulai rasakan kepuasan tertentu yang sulit kuungkapkan dengan kalimat.

Saya bahkan juga mulai terlanda sensasi-sensasi aneh yang membuat beberapa bagian genitalku meremang geli, dan sisi paling genitalku juga membasah. Ughh mengapa dapat ini?? saya mendesah ketahan. Rasa-rasa yang aneh itu terus menderaku sampai kurasakan antara pahaku bukan hanya lembap, tetapi telah betul-betul basah dan becek.

Bagaimana juga untuk hal yang ini seseorang jangan tahu, apa lagi anak belia yang melihatku sekarang ini. Selekasnya kutangkupkan gaunku supaya tidak terkuak kembali dan kutoleh anak itu. Hmmm…kemana ia? Firman sudah tidak ada di bawah loteng. Ke mana perginya anak ingusan itu? Hhhh…entah mengapa saya berasa sedih demikian tahu Firman sudah tidak kembali melihatku, hatiku berasa hampa.

Cerita Janda Digoda ABG Nakal Part2
Cerita Janda Digoda ABG Nakal Part2

Kunjungi Juga : Pemburu Jackpot & Wajib 4D Jackpot & Hasrat Bispak

Tetapi..saya kaget sekali dengar suaranya merusak lamunanku.

“Tante, tante elok sekali,” suara Firman bergetar pas di belakangku, jaraknya sangat terasa dekat sekali.

Demikian kutolehkan kepala, astaga! betul sekali ia sudah ada di belakangku, entahlah semenjak kapan? Karena mungkin saya barusan terlampau “repot” membesarkan hati diri hingga saya tidak mengetahui jika Firman tiba-tiba sudah beberapa cm. di belakangku.

“Ah bisa jadi kamu Fir.”

“Saya bicara apa yang ada Tan. Tante memang elok.”

Kurasa dia berbicara dengan benar-benar, matanya memandang tajam ke mataku tanpa sangsi. Mendadak dengan berani dia mendekat kepadaku, kudengar suaranya bergetar lirih,

“Tan, saya bisa meminta suatu hal?”

“Aapa sich Fir?” kuatir rasaku menanti pertanyaan Firman.

“Meminta cium, Tan.’ ucapnya polos.

Benar-benar kaget dengan keinginan Firman yang tanpa tedeng aling-aling itu. Saya tidak tahu harus bagaimana, karena ada hati kasihan bila saya tidak merestui permohonannya, tetapi merestui salah. Benar-benar tidak menduga kondisi akan bersambung semacam ini.

“Mengapa Firman meminta semacam itu?” tanyaku ragu sekalian kuberanikan memandang matanya langsung. Tetapi rupanya saya tidak kuat lama-lama beradu pandang dengannya.

“Karena Tante Sari elok. Saya sayang Tante semenjak awalnya bertemu dahulu.” jawabannya polos.

Dengar jawabnya saya betul-betul kaget. Tidak

kusangka rupanya dia betul-betul mengagumiku. Pipiku berasa

hangat. Supaya sesuai harapan hatinya saya coba menawar,

“Hmm iya dech. Tetapi kamu merem ya?”

“Engga ingin Tan, saya ingin sama seperti yang di filem-filem itu. Tante saja yang merem.” balasnya kembali tidak kalah cerdas.

“Iya dech ini kali tante penuhi permintaanmu. Tetapi cukup sun pipi saja, jangan lebih atau tidak benar-benar,” jawabku tegas.

Firman kelihatan sangsi sesaat, tanganku mendadak digenggamnya erat-erat seolah takut jika saya terlepas darinya.

“Iya dech Tan,” jawabannya masygul.

Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D

Pelan-pelan kakinya berjinjit, lalu tangannya merengkuhku kuat. Saat mukanya merapat ke pipiku, entahlah mengapa tanpa kusadari mataku terpejam, seperti menunggu kecupan seorang kekasih. Aduhh, tiba-tiba napasku tersengal saat kurasakan tangannya turun ke bokongku, memencetnya di sana kuat sekali hingga berhimpitan dengan badannya. Pada akhirnya kurasakan napasnya yang panas menderu di pipiku, makin dekat. Entahlah bagaimana badanku mendadak berasa geli semua, bulu-bulu kudukku bergidik. Dan saat bibirnya melekat pada pipiku saya gemetaran mendadak.

“Ini, ini bukanlah sun pipi” batinku.

Ini…ini seperti endusan hewan liar yang akan melumatkanku. Dia, dia tidak sekadar menyentuhkan bibirnya ke pipiku, tapi mengendus-endusnya, mengoles-moleskannya, menyeka-usap pipiku dengan bibirnya. Lantas entahlah bagaimana awalnya mendadak bibirnya sudah memagut bibirku, lidahnya cepat sekali menyelinap ke bibirku yang terperangah dan sentuh lidahku.

Aduhh..panas sekali lidahnya. Mendadak seluruh badanku terasanya lemas, jiwaku rasa melayang-layang terlarut ke lilitan lidahnya yang menyentil-nyentil langit-langit mulutku. Ahhh..telah lama sekali saya tidak rasakan yang semacam ini. Kusadari ini salah. Ini jangan. Tetapi anak abg ini?? Kenapa dia demikian pandai memasukkanku ke kesan yang mengelitik semua pembuluh syarafku.

Ohhh, Tuhann..tidak…ia meremas bokongku, halus sekali. Dia meremas bokongku dan merapatkanku ke badannya. Berasa selangkanganku mulai geli dibikinnya. Ohhh jangan ini…bibirnya menyerobot leherku, menjilatnya rakus. Eghh dia menyedoti leherku..bagaimana ini…geli sekali rasanya.

Aduhhh…pantatku terus diremas-remasnya dengan gaungs…geli-geli berasa mulai menyebar ke selangkanganku. Ia…ia…ahhh..mengapa ini?? rahimku mulai berkedut-kedut. Kurasa…kurasa…cairanku mulai memancut-mancut mengaliri lubuk-relung kewanitaanku. Tuhann..gelinya..ahhh..anak ini….anak ini…

“Firrr..stopp please…sudah..telah,”

Saya minta dengan memelas ke Firman supaya dia stop mencumbuku. Saya..aku…tak ingin terus lagi…aku..saya hampir meraih pucuk saat anak ini terus-terusan cecar leherku, kudukku, bibirku..kakiku berasa lemas sekali dan nyaris tidak sanggup menyokong badanku. Tetapi Firman tidak dengar permintaanku.

Cerita Janda Digoda ABG Nakal Part2

Dia terus menciumi mukaku, bibirku, tengkukku, leherku…aihhhh….ia…iaa mencupangi leherku.. dan tangannya itu aduhh..aduhh, tangannya mulai membuka daster bawahku dan meremasi bokongku..ughhh tangannya mendadak menyelusup antara pahaku.

“Firrrr ..sudah…cukup Firrr..” saya mendesah..minta supaya dia stop.

Aku…aku…tak ingin meletus di muka anak ingusan ini. Napasku terengah, tersengal. Badanku semakin gemetaran dan lemas saat kurasa tangan anak belia ini mulai berani menyeka permukaan celana dalamku. Aghh…malu sekali rasanya.

“Tannn…tante telah basahh sekali,” bisiknya tersengal-sengal di telingaku, bibirnya terus menelusuri cuping-cuping telingaku.

Ini….ini…aduhh…Jarinya berasa menekan-nekan dan menggesek permukaan selangkanganku yang membecek dan memulai merembes sampai ke paha-paha. Saya berasa tidak mampu bertahan kembali saat sisi jarinya berasa menyentil-nyentil kelenjar syarafku yang paling sensitif. Saya berasa labil.

Ahhhh…aku meletus. Rasanya bergalon-galon cairan terasanya menyemburkan dari rahimku, menubruki lubuk-relung kewanitaanku yang lama kering. Ohhh benar-benar tidak terperikan rasanya…sudah berlama-lama..telah kelamaan kudamba rasa yang ingin kupungkiri. Bersamaan geletar-geletar badanku yang tetap tidak dapat kembali kukendalikan, jiwaku berasa mengawang-ngawang, kesadaranku pupus ganti rasa cantik, nikmat, nikmat yang menjalar-jalar ke mana saja.

Ahh Firman…Firman…ia terus mencumbuku dan menggairahkanku segenap jiwa. Dia bahkan juga tidak mengetahui jika tantenya ini telah merangkuli pucuk paling tinggi berahi manusia.

“Firrr ..stop…,” saya meminta supaya dia ingin stop.

“Setop..Firrr…”

Saya minta kembali, dengan tenaga yang masih ada kucoba menggerakkan badannya. Tetapi dia tidak bergerak, tangannya semakin liar bergerilya menyelusup-nyusup ke celana dalamku dan menyentil-nyentil klitorisku langsung. Bukan hanya itu. Dia menggeret badanku ke sela loteng yang cukup gelap lalu tangannya menarik turun dasterku. Tali bra ku juga turut tertarik turun, terlepas melalui bahuku. Lantas payudaraku yang menggembung karena terangsang dan putingnya yang tegak kaku tidak tertahan kembali selekasnya menyembul demikian saja ke udara…

Aggghhh…Tuhannn…maafkan hambaMu ini. Anak abg ini betul-betul di luar sangkaanku.

Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D

Saya terlampau menyepelakannya. Sebentar sesudah buah dadaku terlepas dari kekangnya mulutnya selekasnya melumat buah dadaku yang terbuka ke mulutnya. Badanku semakin lemas meredam rangsang yang kembali berkobar-kobar. Lututku labil karena buah dadaku terlumat dengan buasnya. Dia betul betul… terlampau pandai mencumbu dan menghidupkan apiku yang lama terpadami. Saya tidak kuat kembali. Ini telah di luar batasan potensiku.

Dasterku semakin merosot. Dadaku telah terbuka seutuhnya, tetapi Firman terus coba menurunkannya dengan semua langkah. Ini tidak baik pikirku. Saya tidak ingin ia menganggapku murahan dengan biarkan ia melakukan perbuatan seenaknya. Bagaimana juga saya masih mempunyai harga diri. Akankah saya biarkan saja ia mengerjaiku di loteng yang terbuka ini? Benar-benar tidak bermartabat rasanya. Saya harus menantang, saya harus melawan. Tetapi bagaimana triknya? Dan badanku sendiri sedang menggelepar terkungkung berahi yang tinggi. Firman…Firman… dia memelorotkan celana pendeknya sampai dapat kusaksikan benda itu..yang tidak asing.

Firman menabrakku sampai badanku terjengkang ke lantai yang dingin. Dia melumatku kembali, bibirku…buah dadaku. Saya tidak bisa…tapi ughh..ini terlampau enak… tidak bisa…sedang pelacurpun tidak akan ingin melakukan pada tempat semacam ini. Menggerakkan badan Firman supaya menjauh, tetapi kembali lagi tidak berhasil karena dia bak kerasukan setan terus merangsekku dengan buas. Saya tidak dapat berdaya kembali.

Harga diriku ingin melawannya Pencuri Jackpot, tetapi badanku inginkan lebih. Tuhannn..tolonglah saya. Aahhh…aku rasakan mulutnya melumat payudara kiriku, lidah yang basah dan hangat itu sapu putingku hingga benda itu mengeras tidak bisa tertahan. Firman terus menyeruput dan menjilat-jilatinya sekalian kadang-kadang menjepitnya gaungs dengan gigi-gigiku.

Aku juga mulai mengelinjang, apa lagi sekalian menjilat, dia mulai meraba dan meremas-remas bulatannya. Senang sama yang kiri, abg ini lalu beralih ke yang kanan. Aku juga makin mendesah terima laganya. Terus dihisap-sedotnya puting susuku sampai jadi basah semua oleh air liurnya. Sedang asyik-asyiknya nikmati payudaraku dikenyot-kenyot olehnya, mendadak saya dengar suara berat terbatuk-batuk dari bawah loteng.

Cerita Janda Digoda ABG Nakal Part2

Deg!!! Firman terlonjak terkejut dan melepas pagutannya dari puting buah dadaku yang berasa geli dan ngilu..peluang itu kugunakan untuk mengatur bajuku yang amburadul. Celana dalamku rupanya telah turun ke paha, bra ku entahlah ke mana. Saya tidak dapat mendapatinya karena gelap di sana. Tetapi tidak apa. Siapa saja yang di bawah itu jangan mendapatiku dalam kondisiku yang semacam ini, ini malu-maluin sekali.

“Fir…udah, ada yang dateng” saya berbisik lirih dan geser badanku menjauhnya yang perhatiannya terpecah ke suara batuk-batuk di bawah tangga.

Ketakutanku memberikan kemampuan lebih. Saya selekasnya berjingkat-jingkat menjauhi dari Firman yang dengan tergesa-gesa kenakan kembali celana pendeknya. Dengan semua kenekatanku saya lari menuruni tangga. Tidak ada siapa saja di bawah. Siapakah yang batuk-batuk barusan? Ahhh saya tidak perduli kembali. Saya selekasnya lari ke arah kamarku dan mengamankannya. Kulepaskan semua bajuku dalam kamar mandi.

Kuperiksa badanku di muka cermin, dadaku, leherku, bahuku sebagian besar penuh sisa cupangan. Duhhh malu-maluin sekali. Meskipun tidak tak dapat kupungkiri , begitu diriku sudah terbebaskan dari dahaga yang berkelanjutan ini. Memikirkan Firman yang ingusan itu, rasanya benar-benar tidak logis bila ia yang kukira masih hijau itu sukses mengelabuiku bahkan juga memberi suatu hal yang hebat kepadaku.

Rasanya benar-benar tidak mungkin bila sudah kerap melakukan. Apa anak itu sukai “jajan”?? sebelumnya? Ah menjadi puyeng saya dibikinnya. Saya selekasnya mandi satu kali lagi, sekaligus keramas untuk hilangkan semua ketidaktahuan yang berkelindan di kepalaku.

TAMAT^^

Leave A Comment

Your email address will not be published.

en_USEnglish