Cerita Seks Perkosa Boss Amoy Montok Part1

Cerita Seks Perkosa Boss Amoy Montok Part1

Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D

Cerita Seks Perkosa Boss Amoy Montok Part1 – Hari itu di muka gudang samping kantor, Beny sedang minum-minum anggur oplosan dengan pak Beben, pak Sawan, Jodi, Rico, dan Aldo. Walau sebenarnya sedang bulan puasa, tetapi mereka tidak puasa. Ini karena provokasi Aldo yang kerap ajak minum-minum dan bergembira. Beny ialah supervisor lapangan, dan Aldo ialah manager lapangan, atasan Beny. Pencuri Jackpot Mereka berdua sama suka mabok dan main wanita. Sekalian main kartu mereka bercakap. Ini rutinitas yang sudah dilakukan tiap usai jam kantor mendekati maghrib. Rutinitas ini ada semenjak Aldo tergabung di kantor ini 2 bulan lalu. Status kantor ini ialah di tempat ruko, block terdalam kompleks dan ada di paling ujung jejeran ruko. Ini kali mereka minum banyak tidak seperti umumnya. Mereka mengulas THR untuk lebaran yang belum diberi dari perusahaan. Walau sebenarnya lebaran tinggal satu minggu kembali. Karenanya banyak pegawai yang kerja bermalasan.

Aldo bawa dampak jelek untuk pegawai kantor, ia benar-benar genit kerap memikat rekan kantor wanita. Bahkan juga kerap memikat Ester, manager finance yang telah bersuami. Sikapnya ini selalu memancing keluar karakter buruk yang dipunyai pegawai kelas bawah, seperti supir, tukang, dan OB. Misalnya ialah pak Sawan, bapak yang mempunyai lima anak ini matanya kerap jelalatan bila menyaksikan pegawai wanita di kantor ini, tetapi tidak berani beberapa macam.

Sama seperti dengan Rico dan pak Beben, terkecuali Jodi yang paling muda dari mereka, karena Jodi orang yang polos, bahkan juga Jodi sebetulnya dapat disebut cukup keterbelakang moralnya, ia bekerja di perusahaan ini ditolong oleh bu Meliana. Selain karena orang tuanya yang bekerja sebagai pembantu di dalam rumah bu Meliana. Saat jam memperlihatkan jam tujuh malam, masih tetap ada beberapa pegawai wanita yang baru keluar kantor ingin pulang. Mereka ialah Linda dan Ester, setelah lembur mengurusi pembayaran vendor.

Cerita Seks Perkosa Boss Amoy Montok Part1

Ester waktu itu kenakan baju putih tipis memiliki motif garis-garis hitam vertikal, BH nya yang warna hitam cukup menerawang. Dengan bawahan rok cokelat di atas lutut, kelihatan benar-benar seksi sekali, mukanya cukup manis, seperti Mona Ratuliu. Berlainan dengan Linda, ia kenakan baju hitam polos anggun dengan bawahan rok putih ketat hingga di luar terlihat garis celana dalamnya cukup terang tercetak. Linda orangnya tegas dan pendiam, muka dan bentuknya lebih kurang serupa aktris zaman dahulu yang namanya Ida Iasha waktu muda. Mata pak Sawan nyaris tidak berkedip-kedip melihat badan dua wanita ini di atas sampai kaki.

“Hi cewe elok.. baru pulang yaa..” goda Aldo, yang disertai tawa yang lain. Ester memang populer ramah dan murah hati, ia tersenyum manis, “iya nih, yok lebih dulu yaa” jawabannya sekalian jalan ikuti Linda. Sementara Linda tidak mempedulikan, terus jalan ke arah mobilnya yang diparkirkan tepat diseberang kantor. Jarang-jarang ada yang berani memikat Linda, selainnya orangnya tegas dan dihormati, karena keluarga Linda mempunyai background militer. Pamannya anggota aktif koppasus dengan pangkat kolonel dan ayahnya sendiri pensiunan perwira tinggi yang mempunyai lambang pangkat bintang dua.

Di lantai atas masih tetap ada beberapa pegawai yang lembur, cuma sekitaran 4 orang terhitung bu Meliana. Pak Kevin, suami bu Meliana sebagai direktur perusahaan sedang ada di luar negeri untuk kebutuhan usaha. Pak Kevin populer kasar dan galak, kerap membentak bawahan tanpa menyaksikan tempat dan waktu.

Mendadak ponsel Rico mengeluarkan bunyi, ternyata bu Meliana cari kehadirannya dengan suara geram di telephone. Selekasnya saja Rico bangun berdiri ke arah lantai dua. Selang beberapa saat Beny dan Aldo juga diundang ke ruangan bu Meliana. Karena ada project yang memiliki masalah, mereka bertiga dimaki oleh bu Meliana. Di ruangan itu mereka bertiga menunduk berjejer terima omelan si ratu.

Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D

Rico tersering diomeli karena kerap terlambat mengantarkan document penting, khususnya yang tersangkut tender. Rico kerap tidak becus dalam bekerja, orangnya pemalas dan kerap menonton video porno tiap peluang. Kalimat bu Meliana cukup kasar dan menyentuh hati, hingga sering pegawai wanita yang dimarahin sampai menangis. Rico yang kerap dimarahin oleh bu Meliana simpan sakit hati sebab menganggap sakit hati. Jika Beny kecewa dengan bu Meliana karena pembayaran uang berbelanja material susah diberi, hingga Beny kerap diteror vendor. Bahkan juga terkadang Beny seringkali menombok untuk bayar vendor.

Sesudah usai geram, bu Meliana diam atur napas, mukanya merah padam, dadanya kembang kempis. Situasi tiba-tiba sunyi, cuma kedengar napas bu Meliana yang belum konstan. Sebetulnya bu Meliana ada menderita penyakit asma, hingga setiap kali geram selalu kambuh asma nya. Bu Meliana yang diam berdiri tegap selain meja ruangannya berkacak pinggang dengan mata yang judes memandang Aldo, Beny dan Rico. Mereka bertiga yang telah cukup mabok mau tak mau meredam sikap supaya tidak kedapatan bu Meliana. Mereka cuma diam membisu, tidak berani bicara, takut berbau alkohol tercium bu Meliana.

Hari itu bu Meliana kenakan blus tipis biru tua dengan sisi leher yang lebar menunjukkan tali BH nya yang warna merah tua. Roknya warna putih memiliki motif kotak-kotak warna abu-abu tertutup beberapa oleh blusnya yang panjang. Roknya lebih pendek dibandingkan Ester dan Linda barusan, tinggi di atas paha menunjukkan pahanya yang montok.

Rambutnya disemir warna cokelat kekuningan dikuncir ekor kuda hingga lehernya yang putih mulus kelihatan sensual sekali. Bu Meliana populer stylish, nyaris tiap minggu menukar mode rambutnya. Bajunya yang dikenai tiap hari selalu seksi dan memikat. Saat itu juga penglihatan bu Meliana berkunang-kunang, ia berdiri sempoyong berpegangan pada mejanya. Mereka bertiga sama-sama berpandangan dan coba membantu. “bu..? Bu Melia, baik saja?” Kata Beny.

Cerita Seks Perkosa Boss Amoy Montok Part1

Cerita Seks Perkosa Boss Amoy Montok Part1
Cerita Seks Perkosa Boss Amoy Montok Part1

Kunjungi Juga : Pemburu Hadiah & Hasrat Bispak

Bu Meliana menunduk pusing sekalian tangannya memberikan kode jika ia akan baik saja. Saat bu Meliana masih menunduk sekalian kumpulkan tenaga dan napasnya, mata mereka bertiga jelalatan menyaksikan paha bu Meliana padat putih mulus, betisnya membunting cantik, tidak ada cacat sedikitpun dalam tubuh bu Meliana ini. Kulitnya sedikit mengkilat berminyak tetapi kelihatan putih ceria, benar-benar fresh dilihat mata. Meskipun sudah mempunyai 3 orang anak, tubuhnya masih bagus dan terurus prima. Pinggangnya termasuk kecil untuk wanita montok seumurannya.

Bu Meliana menyaksikan seisi ruang, lalu menyaksikan Aldo, Rico, Beny, penglihatannya makin kabur dan tiba-gelap, lalu jatuh tidak sadar diri. Beny dan Aldo usaha membantu menuntunnya, Rico cuma tersenyum sinis menyaksikannya. Beny selekasnya keluar ruang coba memberitahukan pegawai yang lain untuk minta kontribusi. Rico selekasnya susul Beny keluar ruang tetapi tangannya ditahan oleh Aldo. “Eh.. Ric.. peluang nih gerepe bu bos. Hehehe” kata Aldo memancing Rico. Tangan Aldo yang menuntun badan bu Meliana, merengkuh pinggangnya dan meraba ke tempat sensitifnya. Rico yang semula tidak terpikirkan akan kurang ajar ke bos nya jadi birahi menyaksikan tingkah Aldo.

Selang beberapa saat, Beny kembali masuk ruang sekalian berbicara, “wah.. anak-anak sudah pada balik nih. Di kantor sudah tidak ada orang”, saat itu juga Beny kaget menyaksikan Aldo dan Rico. “Eh.. edan lu ngapain?!?” Beny terbelalak menyaksikan status bu Meliana yang dibaringkan di atas meja kerjanya, sementara Aldo di muka meja berdiri selain bangku mencium dada bu Meliana yang tertutup blus.

Rico yang ada di samping meja kiri menghadap selangkangan bu Meliana dan meraba pahanya. Mereka berdua ketawa terkekeh. Beny usaha menyadarkan mereka berdua, “Do..! Lu edan ya. Ini bu bos, tidak boleh buat tingkahhh!” Teriaknya 1/2 berbisik.

Cerita Seks Perkosa Boss Amoy Montok Part1

Aldo cuma cengengesan dengan muka yang cukup teler, “Ben.. lu tahu kan bos kita ini… perlu dicicip sedikit”. Beny jadi cukup cemas menyaksikan tingkah mereka. “Eh.. Ben. sang Melia ini perlu kita kasih pelajaran.. benar tidak coyy ” kata Rico yang mukanya telah memeras sekalian bertatapan senyuman dengan Aldo. “Bu bos memang rese, tetapi tidak begini tindakan kita dengannya” jawab Beny. “Ah banci lo..!” Hardik Aldo. Beny cuma termenung, dianya berasa cukup mabok umumnya minum barusan. Menyaksikan bu Meliana yang terbujur tidak sadarkan diri tidak memiliki daya di atas meja, dalam hati Beny tegoda ingin mencicip badan bos nya sendiri.

Penis Beny perlahan-lahan mulai mengeras dibalik celana jeans nya, pemikirannya telah dipengaruhi oleh Aldo dan Rico. Beny merapat ke meja, tangannya menjulur gemetar menggenggam perut bu Meliana, dianya tidak menduga akan menyentuh badan cantik bos nya ini. Lantas tangan Beny merayap ke payudaranya yang besar menyembul dibalik blus.

Aldo tersenyum menyaksikan Beny… sementara Rico repot mencium paha bu Meliana, tangannya masuk ke rok, meraba vagina yang terbungkus celana dalam tipis berenda warna merah tua. Mereka bertiga tidak dapat berpikiran sehat kembali, pemikirannya terbenam oleh libido yang tinggi. Dampak alkohol makin lama makin berasa, ditambah dengan gairah yang menggebu menyentuh badan bu Meliana, betul-betul memabukkan.

Mereka bertiga berganti-gantian jaga pintu kalau-kalau ada yang tiba. Mereka cukup parno karena dampak minuman.. Walau sebenarnya telah jam sembilan malam kantor di lantai dua ini telah kosong dan sepi. Aldo merekam peristiwa ini dengan ponsel nya yang ditempatkan di atas almari seberang meja, menyoroti ke meja… Rico buka resleting celana keluarkan penisnya yang mengeras. Mereka bertiga sekarang telah terkuasai gairah, hingga tidak mempedulikan mangsanya yang semestinya mereka hargai.

Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D

Awalannya mereka cuma punya niat meraba badan bu Meliana, tetapi Aldo terus menghasut Rico dan Benny, “kita ewek saja sekaligus gan.. bagaimana? Peluang sangat jarang nih” kata Aldo berbisik. “Hah!? Edan lu” jawab Beny 1/2 kaget. “Kelak jika sadar bagaimana?” Rico menyahut jawaban Beny. Rico yang sebetulnya terpikirkan untuk nikmati badan bu Meliana.. “ahh mudah, kita pakai masker project saja yang berada di gudang, gih ambilin sana..” jawab Aldo sambil memerintah. Rico yang semangat menggangguk dan keluar langsung ke arah gudang.

Beny yang makin horny, mulai mencium dada bu Meliana yang terbuka sampai sisi atas payudaranya. Aldo ngotot menarik sisi leher blus kebawah hingga payudara bu Meliana yang terbungkus BH menyembul. Beny terkejut dan kagum karena tingkah Aldo yang ngotot itu. Bahkan juga Aldo selanjutnya menarik cup BH nya hingga puting payudara itu terlihat terang warna merah muda dan lumayan besar memikat, seukur kacang atom dua kelinci. Langsung Aldo menjilat dan mengulum payudara itu. Beny sampai terbengong menyaksikan tindakan Aldo yang hebat ngotot.

Selang beberapa saat Rico ada sekalian membagi masker dan beberapa kain sisa untuk bandana membuntel kepala supaya muka mereka tidak dikenal jika bu Meliana tersadarkan. Mereka bertiga telah seperti maling yang menggunakan penutup muka..

Aldo memberikan instruksi untuk sama-sama jaga pintu ruang secara berganti-gantian. Rico yang tidak sabar segera membuka celananya, tapi pakaiannya masih digunakan. Rico menggenggam ke-2 betis montok bu Meliana dan membuka sampai mengangkang, lalu Rico naik keatas meja di atas status bu Meliana yang telentang, dan menggesekkan penisnya di badan bu Meliana. Aldo tersenyum menyaksikan tingkah Rico. Sementara Beny menyaksikan tindakan mereka berdua sekalian berdiri dekat pintu mengantisipasi. Beny keluarkan ponsel, merekam tindakan itu.

Cerita Seks Perkosa Boss Amoy Montok Part1

Sekarang blus bu Meliana disingkap keatas oleh Rico, tangannya meraba celana dalam bu Meliana, berasa daging bibir vaginanya montok memikat, lalu Rico geser sisi selangkangan celana dalam agar lebih gampang masukkan penis ke vaginanya. Sebentar kepala penis Rico melekat bibir vagina bu Meliana, penisnya keluarkan cairan bening dan berdenyut keras. Sejurus selanjutnya penis Rico ditenggelamkan ke dalamnya, “ahh.. ” desah Rico rasakan kepuasan tidak ada tara. Rico berusia 25 tahun dan belum menikah, badannya gemuk besar, tingginya 165cm, kulitnya hitam dan banyak sisa koreng. Ia meredam permukaan meja dengan ke-2 tangan supaya badannya yang gemuk tidak menindih bu Meliana. Sekalian menyikatkan penisnya perlahan-lahan. Aldo terkekeh, “hehehe.. style lu kaya beruang ngentot Co..”. Beny ketawa dengar kecaman Aldo. Rico yang asyik turut ketawa sekalian terus memacu bu Meliana. Badan bu Meliana terbuncang perlahan mundur-maju karena goyangan badan Rico yang tambun.

Aldo menggenggam tangan bu Meliana yang menggantung disebelah meja, tangan itu lembut dan lentik, diciuminya dari jemari sampai lengan yang montok itu, selanjutnya tangan lentik itu ditujukan masuk ke celana Aldo, digesekkan ke penisnya. Panorama di ruangan itu benar-benar prihatin, seorang istri pebisnis yang elok dan berkualitas ditiduri oleh bawahannya yang cuma dengan status pengantar. Rico yang dari barusan memacu tanpa sadar goyangannya semakin kuat membuat kaki meja berderit menggesek lantai ubin, saat itu bu Meliana tersadarkan.. matanya buka perlahan. Dianya belum juga sadar seutuhnya, yang dirasa badannya bergetar-guncang, penglihatannya kabur dan semakin terang ia menyaksikan sosok pria besar tambun ada di atas badannya yang telentang. Pencuri Jackpot

Cerita Seks Perkosa Boss Amoy Montok Part1

Penglihatan bu Meliana makin terang, dan ia masih kumpulkan kesadarannya apa yang terjadi. Ia mulai sadar tempatnya sedang telentang, tetapi ia cukup bingung figur pria di atas badannya yang memakai masker dan penutup kepala, pria itu terlihat sedang pejamkan mata sekalian bergerak mundur-maju di depan mukanya. Pada akhirnya bu Meliana tersadarkan.. guncangan badannya sesuai dengan pergerakan badan pria itu, dan disertai vaginanya yang dirasa dimasuki benda pijakl secara menyikat-nyodok. Sadar jika dianya tengah ditiduri pria yang tidak dikenali, bu Meliana cemas dan bernada lirih, “setop.. please.. setop it..” Rico yang asyik nikmati sekalian pejamkan mata kaget dengan suara itu, Rico membelalakkan mata dan kaget bukan main… “anjing..! Bu bos sudah sadar!” Batin Rico.

BERSAMBUNG…

Leave A Comment

Your email address will not be published.

en_USEnglish