Cerita Seks Perkosa Boss Amoy Montok Part2

Cerita Seks Perkosa Boss Amoy Montok Part2

Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D

Cerita Seks Perkosa Boss Amoy Montok Part2 – Aldo yang ada di belakang Rico sedang menanti gantian, bingung menyaksikan Rico terlihat kaget. Pencuri Jackpot “Mengapa lu Co..?” Tanyanya, dan Aldo bisa menerka jika bu Meliana sadar dari pingsannya. Rico melonjak mundur melepas penis dari kemaluan bu Melina. Rico yang mundur turun dari meja tubuhnya terhuyung kehilangan kesetimbangan. Bu Meliana usaha bangun, tangannya menekuk selain badannya supaya badannya terangkut, walaupun dengan status yang telentang dan mengangkang.. “siapa kalian!? Ingin apa kalian?” Teriaknya dengan suara yang lirih.

Perlahan-lahan ia mulai ingat peristiwa paling akhir saat sebelum tidak sadarkan diri. Bu Meliana kaget bukan main sesudah menyaksikan bajunya terkuak sampai di atas payudaranya. Apa lagi ia menyaksikan figur pria tambun itu 1/2 telanjang tanpa menggunakan celana, hingga kelihatan penisnya yang gendut dan menegang sekitaran 10cm, dengan bulu-bulu jembut yang keriting lebat. Bu Meliana nyaris tidak yakin menyaksikan panorama ini. Ia menyaksikan sekitar ruang ada dua figur pria yang lain berdiri disana dengan memakai masker dan penutup kepala hingga tidak mengenal mereka. Bu Meliana selanjutnya terpikir paling akhir saat sebelum tidak sadarkan diri, sedang membentak Aldo, Beny, dan Rico.

“Al.. Aldo..? Beny..?” Tanyanya terbata. Rico dan Beny termenung salah tingkah. Tiba-tiba Aldo maju merapat bu Meliana membungkam mulutnya, sekalian memberikan kode pada Rico untuk meneruskan meniduri bu Meliana.

Rico masih cukup cemas dan ketakutan kelihatan sangsi. Bu Meliana berontak semaksimal mungkin sampai Aldo tergerak mundur. Beny yang cemas menyaksikan itu selekasnya menolong Aldo untuk membungkam bu Meliana. Sebentar mulutnya lepas dari bekapan, bu Meliana membentak,”bebaskan bajingan..! Kalian kurang aj.. mhff”. Mulutnya terbekap oleh tangan Aldo yang kekar. Perawakan Aldo tinggi sekitaran 180cm, badannya gagah dan tegap, kulitnya sawo masak dengan tato pada lengan kanannya. mukanya seperti Ahmad Dhani, namun rambutnya cepak seperti ABRI.

Cerita Seks Perkosa Boss Amoy Montok Part2

Usia Aldo sepantaran dengan Beny. Aldo memerintah Beny memegang tangan bu Meliana supaya tidak berontak. Selanjutnya Aldo menarik blus biru tua itu sampai sobek, dan menunjukkan gundukan payudara yang besar dan putih mulus itu bergoyang seperti puding. Payudaranya masih terbungkus BH, tetapi cup BH samping kiri terlipat kebawah membuat payudara dan putingnya kelihatan terang. Beny perawakannya kurus, kulitnya putih, mukanya penuh jerawat, rambutnya cepak seperti jamur dan warna kecoklat-coklatan, tingginya 170 cm. Umurnya 30 tahun. Badannya yang kerempeng tidak banyak memiliki tenaga untuk membungkam bu Meliana yang lebih berisi dan montok.

Beberapa menit bekapan tangan Beny lepas, bu Meliana kembali berteriak, “hentikann.. bajingann! Mmpff” tangan Beny secara cepat telah membungkam kembali bibir tipis halus itu. Bu Meliana berontak sekeras-kerasnya, kakinya menyepak kesemua arah sampai menyenggol bangku sampai terbentur kaca jendela. Rico jadi bergairah menyaksikan bu Meliana yang usaha melawan, terpikir video porno pemerkosaan yang kerap dilihatnya. Di situasi yang cemas dan ribut itu, Rico selekasnya merapat tangkap kaki bu Meliana yang berontak.

Sekitaran sepuluh menit keributan itu mendadak di muka pintu ruang ada pak Sawan. “Ngapain kalian ini!?” Gertaknya. Pak Sawan mengenal Aldo, Rico dan Beny meskipun kenakan penutup muka, dengan menyaksikan bentuk dan pakaiannya. Belum sesesai pak Sawan keheranan dengan panorama itu, Aldo melihat ke arahnya, “pak..sini bantuin!” Pak Sawan menurut saja merapat, dan saat menyaksikan badan bu Meliana yang 1/2 telanjang meronta, gairah pak Sawan bangun. Karena dianya 1/2 mabok, pak Sawan benar-benar tidak takut dengan bu Meliana.

Pak Sawan sempat sangsi di antara kebenaran dan kejahatan tetapi yang ada dibenaknya saat ini ingin mencicip badan wanita berkualitas yang diimpikan, khususnya karena figur itu ialah bu Meliana yang membuat pak Sawan selalu meredam air liur setiap menyaksikannya di kantor.

Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D

Pak Sawan memiliki tubuh tinggi kurus dengan kumis tebal, kulitnya coklat tua cukup kerutan, umurnya telah 58 tahun. Pak sawan telah memiliki keluarga dan mempunyai istri lebih satu. Pertempuran makin tidak seimbang di antara seorang wanita dengan 4 orang pria yang telah seperti kesetanan. Pak Sawan ketawa menyaksikan badan bu Meliana yang mulus, badan yang sering jadi khayalannya ketika melamun sekarang ada di muka mata telentang menarik.

Benar-benar malang nasib bu Meliana malam itu..

Aldo membungkam kuat sekalian memberikan ancaman, “dapat diamm?!… atau saya bunuh kamu di sini!”, dengan suara yang diberat-beratkan supaya tidak kedapatan jati dianya.

Beny menggenggam tangan kiri bu Meliana dengan ke-2 tangannya, dan Rico menggenggam ke-2 kaki bu Meliana yang ditolong pak Sawan. Sementara Aldo sendiri menggenggam tangan kanan bu Meliana sekalian tangan satunya membungkam mulut bu Meliana, ke-2 pipi bu Meliana terjepit oleh cengkeraman Aldo. Dengan status itu bu Meliana usaha meronta terus. Makin meronta, payudaranya terus bergoyang membuat pak Sawan takjub. Penis pak Sawan mengeras, matanya yang merah menyaksikan dengan binal. “Sanggupslah kau ini kali cina kikir” batin pak Sawan. Ada ketidak puasan dari dalam hati pak Sawan. Sebagai supir truk pengirim material, pak sawan kerap tidak masuk kerja hingga bu Meliana membentak dan menggunting gaji sehari-hari supaya lebih disiplin. Namum pak Sawan mendendam.

Karakter pak Sawan dan Rico serupa, pemalas dan tidak tahu diri jika dianya lakukan kekeliruan. Kerap bersungut-sungut, dan tak pernah ingin berbeda jadi lebih baik.

Dalam hati bu Meliana bersedih dan takut, itu kelihatan dari matanya yang mulai berkaca-kaca. Ia berasa benar-benar tidak suka sekali tindakan tidak pantas ini terjadi pada dianya, ia pejamkan mata dan menjerit sedapat mungkin sekalian meronta.. kemudian termenung pasrah.

Cerita Seks Perkosa Boss Amoy Montok Part2
Cerita Seks Perkosa Boss Amoy Montok Part2

Kunjungi Juga : Pemburu Hadiah & Hasrat Bispak

Pak Sawan buka celananya keluarkan penisnya yang telah tegang.. panjangnya 17 cm dan memiliki bentuk bengkok dengan warna kulit yang hitam kecoklat-coklatan. Bu Meliana melotot menyaksikan kemaluan pak Sawan, dan meronta kembali. Aldo menyaksikan di atas meja sisi ujung dekat kepala bu Meliana masih tetap ada beberapa alat catat yang tidak jatuh ke lantai, Aldo ambil cutter yang berada di situ, lalu memberikan ancaman dengan tekan silet cutter itu di leher bu Meliana yang putih mulus. Bu Meliana mulai menangis, hatinya terasanya remuk oleh tindakan oleh bawahannya.

BH bu Meliana diambil paksakan oleh pak Sawan dengan kasar sampai putus, payudaranya yang besar dan putih itu bergoyang, lalu di cium sisi dalam cup C BH nya itu. Pak Sawan mengisap harumnya sekalian memejam mata. Yang lain menyaksikan dengan kagum keberanian pak Sawan. Rico tidak ingin kalah, ia melepas kaki bu Meliana, tangannya raih celana dalam berenda itu selanjutnya menarik paksakan sampai turun ke lutut bu Meliana. Karena kakinya meronta, hingga cukup sulit dilucuti.. Rico jadi emosi dan menariknya semakin kuat kembali sampai celana dalam itu robek dan lepas dari kaki bu Meliana. Rico melepas masker mulutnya, mencium celana dalam itu sebentar lalu melemparkan asal ke belakang bersama maskernya. Pikirnya periode bodohlah jika mukanya kedapatan, toh ia berasa percaya bu Meliana mustahil bercerita noda ini..

Baju bu Meliana yang mahal itu telah dilucuti satu-satu. Cuma sisa rok mini di badannya yang terkuak melingkar di pinggulnya. Situasi makin panas, mereka mulai meracau.. keluarkan bisikan kalimat serapah bersahutan. “Wuih.. memeknya gemukk coyy” Rico menyengir, wajahnya merah. “Teteknya nih… mantep” kata pak Sawan, sekalian meremas dengan kasar payudara kiri bu Meliana.

Cerita Seks Perkosa Boss Amoy Montok Part2

Beny yang sejak dari barusan gairah ke-2 tangannya cuma dapat meredam tangan kanan bu Meliana, tidak berani melepaskan sedikitpun karena tenaganya lemah untuk meredam ronta bu Meliana. Aldo tetap tekan cutter di leher itu, sekalian tersenyum senang menyaksikan yang lain telah mabok kesetanan.

Bu Meliana kekurangan tenaga meronta terus dan cuma pejamkan mata. “Ya Tuhan.. tolonglah hamba Mu ini…” batinnya berdoa… air matanya menetes di ke-2 segi pipinya. Karena tenaganya untuk meronta makin kurang kuat, Beny mulai berani melepaskan satu tangan pegangannya dari lengan bu Meliana, ia meraba payudara kanan dan usaha menjilat-jilati putingnya tetapi tangan bu Meliana meredam leher Beny yang ingin menyosor. Kedengar suara tangis bu Meliana yang ketahan cengkeraman Aldo.

Pak Sawan menggerakkan badan Rico untuk menyingkir dari hadapan selangkangan bu Meliana, pak Sawan sekarang berdiri tepat dari sisi meja menghadap selangkangan bu Meliana, tempatnya seperti dokter kandungan yang ingin menolong persalinan. Lantas penisnya yang bengkok dan panjang itu di tujukan ke bibir vagina, di tempel dan digesekkan menyisir bulu-bulu lembut di atas vagina. Cairan bening yang keluar kepala penis pak Sawan membasahi bulu-bulu itu. Dengan perlahan ia masukkan kepala penisnya itu tembus bibir vagina, sekalian mendesah..”sshhh… ah” pak Sawan mulai menggerakkan masuk semua tangkai penisnya. Bu Meliana melotot kaget dan usaha menjerit sekalian menyaksikan ke pak Sawan. Vaginanya tidak begitu sempit, tetapi tetap berasa rapat dan empuk memijit halus tangkai penis yang terbenam didalamnya. Pak Sawan mulai memacu sekalian menggenggam pinggang bu Meliana dengan ke-2 tangannya.. yang selanjutnya disongsong bising dan tawa suara Rico dan Aldo. Beny takjub gairah menyaksikan pemerkosaan ini.

Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D

Bu Meliana menggelengkan kepala meredam sakit di vaginanya. Lantas Aldo melepas cengkeraman dari mulutnya, tetapi cutter masih ditempelkan di leher bu Meliana. Tanpa menyengaja leher yang putih mulus itu tergesek kecil keluarkan sedikit darah saat bu Meliana menggelengkan kepalanya barusan.

Sekarang bu Meliana cuma pejamkan mata dan mendesah kesakitan dengan suara ketahan, “ough.. sssh.. oughh..” bersamaan sikatkan penis pak Sawan. Badan Bu Meliana yang telentang di atas meja itu bergoyang mundur-maju sejalan dengan sikatkan dari penis pak Sawan.. dan ke-2 tangannya masih dipegangi oleh Aldo dan Beny. Panorama setubuhian ini langsung menghidupkan nafsu yang lain.. khususnya Rico, ia menyaksikan muka bu Meliana yang mendesah tidak memiliki daya itu membuat gairahnya tidak tertahan. Penisnya ditempelkan ke betis bu Meliana yang tergoyah oleh pacuan pak Sawan.

Telah sepuluh menit pak Sawan memacu bu Meliana belum juga capai klimaks. Bokong pak Sawan kelihatan kurus dan kempot bergoyang mundur-maju. Bu Meliana mulai sedikit terangsang karena sikatan terus-menerus di vaginanya, walau sebenarnya dibenak sehatnya benar-benar tidak mau birahinya ada semacam ini, tetapi tanggapan badannya lewat cara natural jadi terangsang.. ke-2 tangannya yang meronta tidak memiliki tenaga itu jadi mengepal meredam hujaman penis pak Sawan. Payudaranya yang besar dan putih mulus terus bergetar selaras pacuan itu. Pak Sawan terkekeh menyaksikan badan cantik bos nya, “enakkk.. bannggeet… sssih memekmu..aghh” desah pak Sawan dengan suara tergoyah oleh pacuan badannya sendiri.

Aldo simpan cutter di kantongnya dan memulai buka resleting celananya.. lalu memaksakan tangan kanan bu Meliana menggenggam penisnya yang terbungkus celana dalam. Beny yang menyaksikan itu ikutan lakukan hal sama. Bu Meliana mengalihkan mukanya ke kiri sampai pipinya melekat di atas meja, matanya memejam sampai ekor matanya mengkerut. Bibirnya yang tipis dengan warna lipstik merah muda itu mendekat kuat masuk ke mulutnya.

Cerita Seks Perkosa Boss Amoy Montok Part2

Pak Sawan terus mendesah dengan berbisik meracau mencela bu Meliana berkali-kali seakan pelacur. Hati bu Meliana benar-benar kecewa dan membenci kondisi ini, harga dianya makin remuk tetapi libidonya terima semuanya yang terjadi pada badannya.

Beberapa saat selanjutnya saat pak Sawan ingin capai klimaksnya, ia percepat pacuan sampai desahan bu Meliana jadi cepat dengan suara yang semakin tinggi, “ahh.. ahh..”. Kepala bu Meliana geleng-geleng tidak karuan ke kanan dan kiri, rambutnya makin berantakan. Beny yang tetap menyaksikan air muka bu Meliana jadi makin mencapai puncak gairahnya. Pencuri Jackpot

Mendadak pak Sawan pejamkan mata, kepalanya mengarah ke atas dan pacuannya behenti. Cairan maninya menyemburkan di lubang vagina dengan deras. Saat itu juga bu Meliana termenung sekalian terus pejamkan mata rasakan air mani pak Sawan menyemprotkan dinding rahimnya. Bibir manisnya sedikit terbuka merekah melepaskan letihnya.

Tanpa sadar peluh keringat membasahi badannya yang putih mulus.

Jam dinding di ruang itu memperlihatkan jam 9 malam. Situasi kantor telah sepi sekali. Di luar jendela panoramanya telah gelap pekat, cuma terpantul bayang-bayang mereka di ruangan itu. Seringkali ada deringan suara telephone tidak terjawab, di luar ruang.

Rico yang tidak sabar selekasnya merampas status pak Sawan, “minggir pak.. saya ingin” candanya. Lantas pak Sawan terkekeh jalan sekalian meningkatkan celananya jalan keluar ruang itu.

Bu Meliana yang telentang di meja itu, kaget saat ke-2 kakinya diambil kasar oleh Rico, hingga meja itu turut tergeser dari lantai. Bu Meliana melepas tangannya dari celana dalam Aldo dan Beny, lalu usaha menghidupkan sedikit tubuhnya.. sekalian memandang Rico yang berdiri tegap dimukanya, bu Meliana memelas.. “stopp.. please..”.

Rico yang telah kesetanan oleh gairah tidak peduli.. penisnya yang gendut pendek itu selekasnya ditempelkan ke bibir vagina bu Meliana. Kepala penisnya telah mengkilat licin siap tembus kemaluan bos nya.. bu Meliana tidak memiliki daya untuk menampik setubuhian kembali “saya minta.. please..” lirihnya.

BERSAMBUNG…

Leave A Comment

Your email address will not be published.

en_USEnglish