Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang Part2

Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang Part2

Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D

Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang Part2 – Deposit Pulsa Tanpa Potongan Sukai tidak sukai, harus, kurasakan kepuasan cumbuan mertuaku disekitaran itu. Akh hebat! Saya menjerit dalam hati sekalian menyesali diri. Saya geram pada diriku sendiri, khususnya pada badanku sendiri yang tidak ingin ikuti perintah pemikiran sehatku.

Badanku meliuk ikuti irama permainan lidah mertuaku. Ke-2 pahaku mengempit kepalanya seakan ingin memasukkan muka itu ke selangkanganku. Kuakui dia memang pintar membuat birahiku mencapai puncak. Sekarang saya telah lupa dengan strategi sebelumnya. Saya telah terikut arus. Saya justru ingin menyeimbangi bermainnya. Mulutku bermain dengan gesit. Batangnya kukempit dengan buah dadaku yang membusung penuh dan kenyal. Mahfum, masih menyusui.

Sementara kontol itu bergerak dalam di antara buah dadaku, mulutku tidak pernah terlepas mengulumnya. Tanpa kusadari kami sama-sama mencumbu sisi penting masing-masing sepanjang lima belas menit. Saya makin percaya jika mertuaku menggunakan obat kuat. Dia benar-benar belum menunjukkan pertanda akan keluar, sementara saya mulai rasakan desiran-desiran kuat bergerak cepat ke pusat kewanitaanku. Jilatan dan hisapan mulut mertuaku betul-betul membuatku tidak memiliki daya.

Saya makin tidak teratasi. Pinggulku meliuk liar. Badanku melafalkanng, semua saluran darah terasanya berhenti dan saya tidak dapat untuk meredam tekanan kuat gelombang lahar panas yang mengucur demikian cepat.

“Oooohhhhh…….aaaa….aaaaa……aaauugghhh hhhh hh..!!!!!” saya menjerit lirih demikian saluran itu menggedor pertahananku. Kurasakan cairan kewanitaanku menyemburkan tidak tertahan. Badanku menggelepar seperti ikan terlontar ke darat rasakan kepuasan ini. Saya terkulai lemas sementara tangkai kontol mertuaku masih ada dalam genggamanku dan masih mengacungkan dengan gagahnya, bahkan juga berasa semakin kuat saja.

Saya mengeluhkan karena tidak punyai alternatif lain. Telah kepalang basah. Saya tidak memiliki cukup tenaga kembali untuk menjaga kehormatanku, saya cuma terbaring kurang kuat tidak memiliki daya saat mertuaku mulai menindih badanku. Secara halus dia menyeka mukaku dan berbicara begitu cantiknya saya saat ini.

Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang Part2

“Noviii…..kau benar-benar elok. Badanmu cantik dan langsing tetapi padat berisi.., mmpphh..!!!”, ucapnya sekalian menciumi bibirku, coba buka bibirku dengan lidahnya.

Saya seolah kagum oleh sanjungannya. Cumbu rayunya demikian menarikku. Saya diberlakukan seperti sebuah porselen yang gampang pecah. Demikian halus dan berhati-hati. Hatiku entahlah kenapa makin membumbung tinggi dengar semua ketakjubannya pada badanku.

Mukaku yang elok, badanku yang cantik dan berisi. Payudaraku yang membusung penuh dan menggantung cantik di dada. Permukaan cukup menggembung, pinggul yang membulat padat berisi menyambung dengan buah bokongku yang `bahenol’. Diwajah mertuaku kusaksikan menunjukkan gestur ketakjuban yang tidak terbatas saat matanya memandang nanar ke lembah bukit disekitaran selangkanganku yang baru numbuh bulu-bulu hitam pendek, dengan warna kultiku yang putih mulus. Kurasakan tangannya mengelus paha sisi dalam. Saya mendesis dan tanpa sadar buka ke-2 kakiku yang semula mendekat. Slot Online Terpercaya Dan Terbaik 2022

Mertuaku menyesuaikan diri antara ke-2 kakiku yang lebar terbuka. Kurasakan kepala kontolnya yang besar ditempelkan pada bibir kemaluanku. Digesek-gesek, mulai di atas sampai ke bawah. Turun naik. Saya berasa nyeri bersatu geli dan nikmat. Cairan yang sisa disekitaran itu membuat gesekannya makin lancar karena licin.

Saya tersengal-sengal merasainya. Keliatannya dia menyengaja lakukan itu. Apa lagi saat moncong kontolnya itu menggesek-gesek kelentitku yang telah menegang. Mertuaku memandang tajam menyaksikan reaksiku. Saya balas memandang seakan meminta untuk selekasnya masuk diriku secepat-cepatnya.

Dia mengetahui tepat apa yang kurasakan waktu itu. Tetapi keliatannya dia ingin melihatku menanggung derita oleh siksaan gairahku sendiri. Kuakui memang saya sudah tidak tahan untuk selekasnya nikmati tangkai kontolnya dalam memekku. Saya ingin selekasnya membuat `KO’. Terang-terangan saya benar-benar ingin tahu dengan keperkasaannya. Aku ingin tunjukkan jika saya dapat membuat segera capai pucuk kepuasan.

“Yah..?” panggilku menghiba.

“Apa sayang…”, jawabannya sambil tersenyum melihatku teraniaya.

“Cepatan..yaaahhhhh…….!!!”

“Sabar sayang. Kamu ingin Bapak melakukan perbuatan apa…….?” tanyanya berpura-pura tidak pahami.

Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang Part2

Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang Part2
Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang Part2

Saya tidak menjawab. Sudah pasti saya malu menjelaskannya secara terbuka apa kemauanku waktu itu. Tetapi mertuaku kelihatannya ingin dengarnya langsung dari bibirku. Dia menyengaja mengulur-ulur dengan menggesek-gesekan kontolnya. Sementara saya betul-betul sudah tidak tahan kembali mengungkung birahiku.

“Novii….iiii… iiiingiiinnnn aaa…aaayahhhh….se….se.. seeegeeeraaaa ma… masukkan..!!!”, kataku terbata-bata dengan mau tak mau.
Saya sebetulnya benar-benar malu menjelaskan ini. Saya tadi demikian ngotot tidak memberi badanku kepadanya, sekarang justru minta-minta. Wanita jenis apa saya ini!?

“Apanya yang dimasukin…….!!”, tanyanya kembali seperti menghina.

“Aaaaaaggggkkkkkhhhhh…..ya…yaaaahhhh. Ja…..ja….Jaaangan siksa Noviiii..!!!”

“Bapak tidak berniat menganiaya kamu sayang……!!”

“Oooooohhhhhh.., Yaaaahhhh… Noviii ingin dimasukin kontol ayah ke memek Novi…… uugghhhh..!!!”
Saya ini kali sudah tidak malu kembali menjelaskannya dengan vulgar karena sangat tidak tahannya memikul gelombang birahi yang menggelora. Berasa seperti wanita jalang yang haus sex. Saya nyaris tidak yakin dengar perkataan itu keluar bibirku sendiri. Tetapi apa ingin dikata, memang saya benar-benar inginkannya selekasnya.

“Baik sayang. Tetapi perlahan-lahan ya”, kata mertuaku dengan penuh kemenangan sudah sukses menaklukan diriku.

“Uugghh..”, saya melenguh rasakan tekanan tangkai kontolnya yang besar itu. Saya menanti lumayan lama pergerakan kontol mertuaku masuk diriku. Terasanya tidak hingga. Selainnya besar, kontol mertuaku benar-benar panjang juga. Saya sampai meredam napas saat batangnya berasa mentok dalam. Rasanya sampai ke ulu hati. Saya baru bernafas lega saat semua batangnya ambles dalam.

Mertuaku mulai gerakkan pinggulnya pelan-pelan. Satu, dua dan tiga tusukan mulai berjalan mulus. Makin membanjirnya cairan dalam lubang memekku membuat kontol mertuaku masuk keluar dengan lancarnya. Saya menyeimbangi dengan pergerakan pinggulku. Meliuk perlahan-lahan. Turun naik ikuti irama tusukannya. Pergerakan kami makin lama makin bertambah cepat dan semakin bertambah liar. Pergerakanku tidak teratur karena yang perlu buatku tusukan itu capai beberapa bagian sensitif dalam lubuk kewanitaanku. ia mengetahui tepat apa yang aku inginkan.

Kunjungi Juga : Pemburu Jackpot & Wajib 4D Jackpot & Hasrat Bispak

Dia dapat arahkan batangnya secara tepat ke target. Saya seperti ada di awang-awang rasakan kepuasan yang hebat ini. Tangkai mertuaku berjejal penuh semua isi lubangku, tidak ada sedikitpun ruangan yang masih ada sampai gesekan tangkai itu terasa sangat di semua dinding vaginaku.

“Aduuhh.. auuffhh.., nngghh..!!!”, saya mendesah, melenguh dan mengeluh rasakan semua kepuasan ini.
Kembali saya mengaku keperkasaan dan kemahiran mertuaku di atas tempat tidur. Dia demikian luar biasa, jantan dan entahlah apa lagi panggilan yang patut kuberikan kepadanya. Toni suamiku tidak ada apa-apanya dibanding ayahnya yang biadab ini. Yang jelas saya rasakan kepuasan tidak terbatas bercinta dengannya walau kusadari tindakan ini benar-benar terlarang dan akan menyebabkan persoalan besar nanti. Tapi waktu itu saya sudah tidak peduli dan tidak akan menyesali kepuasan yang kualami.

Mertuaku bergerak makin cepat. Kontolnya terus-menerus menyerang beberapa daerah sensitive. Saya meregang tidak dapat meredam desiran-desiran yang mulai banyak yang datang seperti gelombang menggedor pertahananku. Sementara mertuaku dengan gagahnya masih mengayunkan pinggulnya turun naik, ke kanan dan ke kiri. Eranganku makin keras kedengar bersamaan dengan gelombang hebat yang makin dekati pucuknya.

Menyaksikan reaksiku, mertuaku percepat pergerakannya. Tangkai kontolnya yang besar dan panjang itu masuk keluar dengan pesatnya seolah tidak mempedulikan lubangku yang sempit itu akan terkeloyak mengakibatkan. Kusaksikan badan mertuaku telah basah bermandikan keringat. Saya juga begitu. Badanku yang berkeringat terlihat berkilau terserang cahaya lampu kamar.

Saya coba raih badan mertuaku untuk mendekapnya. Dan ketika-saat krisis, saya sukses merengkuhnya dengan kuat. Kurengkuh semua badannya hingga menindih badanku dengan kuat. Kurasakan benjolan otot-ototnya yang keras dan pejal di sekujur badanku. Kubenamkan mukaku dari sisi pundaknya. Pinggul kuangkat tinggi-tinggi sementara ke-2 tanganku meraih buah bokongnya dan menarik kuat-kuat.

Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D

Kurasakan semburan untuk semburan memancar kuat dari dalam diriku. Saya meregang seperti ayam yang baru dipotong. Badanku melafalkanng-ngejang di atas pucuk kepuasan yang kualami untuk ke-2 kalinya waktu itu.

“Yaaaah.., ooooohhhhhhh.., Yaaaahhhhh..eeee…eeennnaaaakkkkkkkk…!!!”
Itu saja yang dapat keluar mulutku karena sangat dahsyatnya kepuasan yang kualami dengannya.

“Sayang cicipilah semuanya. ingin kamu bisa rasakan kepuasan yang sebenarnya tidak pernah kamu alami….”, bisik ayah dengan mesranya.

“Bapak sayang kepadamu, Bapak cinta kepadamu…. Melepaskan kangen yang menyesak sejauh ini..”, sambungnya tidak henti-henti membisikan untaian kalimat cantik yang didengar demikian romantis.

Saya dengarnya dengan hati tidak pasti. Mengapa ini hadirnya dari lelaki yang bukan seharusnya kusayangi. Kenapa kepuasan ini kualami bersama mertuaku sendiri, tidak dari anaknya sebagai suamiku…????. Tanpa berasa air mata menitik jatuh ke pipi. Mertuaku kaget menyaksikan ini. Dia terlihat demikian cemas melihatku menangis.

“Novi sayang, mengapa menangis?” bisiknya cepat-cepat.

“Maafkan Bapak jika sudah membuat kamu menanggung derita..”, sambungnya sambil merengkuh dan mengelus-elus rambutku dengan penuh kasih-sayang. Saya makin bersedih rasakan ini. Tapi ini bukanlah cuma kelirunya. Aku juga berandil besar dalam kekeliruan ini. Saya tidak dapat mempersalahkannya saja. Saya harus adil dan jujur menanggapinya.

“Bapak tidak salah. Novi yang keliru..”, kataku setelah itu.

“Tidak sayang. Bapak yang salah…”, ucapnya besikeras.

“Kita, Yah. Kita sama salah”, kataku sekalian meminta tidak untuk memperdebatkan permasalahan ini kembali.

“Terima kasih-sayang”, kata mertuaku sambil menciumi muka dan bibirku.

Kurasakan kecupannya di bibirku sukses menghidupkan kembali nafsuku. Saya masih ingin tahu dengannya. Sampai sekarang ini mertuaku belum capai pucuknya. Saya seperti memiliki hutang yang belum terbayarkan. Ini kali saya berkemauan keras untuk membuat alami kepuasan apakah yang sudah dia beri kepadaku.

Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang Part2

Saya tidak sadar mengapa diriku jadi demikian semangat untuk melakukan dengan segenap hati. Biarkanlah terjadi semacam ini, toh mertuaku tidak selama-lamanya ada di sini. Dia harus pulang ke Amerika. Saya janji pada diriku sendiri, ini sebagai yang terakhirnya.

Munculnya pemikiran ini membuatku makin bernafsu. Apa lagi semenjak barusan mertuaku terus menerus menggerakan kontolnya dalam memekku. Mendadak saja saya jadi brutal. Kudorong badan mertuaku sampai telentang. Aku segera menindihnya dan menicumi muka, bibir dan sekujur badannya. Kembali kuselomoti tangkai kontolnya yang tegak seperti tiang pancang beton itu. Lidahku menjilat-jilat, mulutku mengemut-emut. Tanganku mengocak-ngocok batangnya.

Kulirik kewajah mertuaku keliatannya menyenangi peralihanku ini. Belum dia akan ucapkan suatu hal, aku segera berjongkok dengan ke-2 kaki bertopang pada lutut dan masing-masing ada di sisi kiri dan kanan badan mertuaku. Selangkanganku ada tepat di atas batangnya.

“Akh sayang!” pekik mertuaku ketahan saat batangnya kubimbing masuk lubang memekku. Badanku turun pelan-pelan, menelan habis semua batangnya. Seterusnya saya bergerak seolah tengah menunggang kuda. Badanku naik-lonjak seperti kuda binal yang birahi.

Saya tidak ubahnya seperti pelacur yang memberi kepuasan ke hidung belang. Tapi saya tidak peduli. Saya terus berlomba. Pinggulku bergerak naik turun, sekalian sesekali meliuk seperti ular. Pergerakan pinggulku sama seperti vokalis dangdut dengan style ngebor, ngecor, patah-patah, bergetar dan entahlah style apa lagi. Dasarnya malam itu saya keluarkan semua jurus yang kumiliki dan khusus kupersembahkan ke ayah mertuaku sendiri!
“Ooohh… oohhhh… oooouugghh.. Noviiiii.., luar biasa…..!!!” jerit mertuaku rasakan luar biasanya permainanku.

Pinggulku mengaduk-aduk gesit, mengulek liar tiada henti. Tangan mertuaku mencekram ke-2 buah dadaku, diremas dan dipilin-pilin, hingga air susuku keluar jatuh membasahi dadanya. Dia lalu bangun 1/2 duduk. Mukanya dilelepkan ke atas dadaku.

Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D

Narasi Seks, Narasi Seks Dewasa, Narasi Seks Sedarah, Narasi Dewasa Seks, Narasi Seks Tante, Narasi Seks Berlanjut, Narasi Seks Terkini, Narasi Seks Bermotif, Narasi Seks Serong, Narasi Seks Pembantu, Kelompok Narasi Seks, Narasi Seks Hijab, Narasi Seks Istriku, Narasi Seks Hot, Narasi Seks Ngentot, Narasi Tante Haus Seks, Narasi Seks Ngentot Satu keluarga, Narasi Seks Sama Bule, Narasi Seks Ngentot Sama Janda, Narasi Seks Abg, Narasi Seks Mahasiswi, Narasi Seks Spg, Narasi Seks Mama Muda, Narasi Seks Anak Smp, Narasi Seks Anak Sma, Narasi Seks Tante Riang, Narasi Seks Aktris, Narasi Seks Perawan, Narasi Seks Indonesia, Narasi Seks Mama, Narasi Seks Janda..

Narasi Sex, narasi sex dewasa, narasi dewasa sex, narasi sex sedarah, narasi sex 17+, narasi sex terkini, narasi sex hijab, narasi sex ibu muda, narasi sex bule, narasi sex indonesia, kelompok narasi sex sedarah, kelompok narasi sex, narasi sex dengan bule, narasi sex universitas, narasi sex 18+, narasi sex serong, narasi sex mode, narasi sex aura kasih, narasi sex dengan anak smp, narasi sex pembantu, narasi sex janda, narasi sex mama muda, narasi sex aktris indonesia, narasi sex anak sma, narasi sex mahasiswi, narasi sex perawan, narasi sex janda muda, narasi sex mode indonesia, narasi sex terbaru.

Menjilat-jilat semua permukaan dadaku yang berlumuran air susuku dan pada akhirnya menciumi putting susuku. Mengisapnya kuat-kuat sekalian meremas-remas mengisap air susuku sebanyaknya. Kami berdua sama-sama berlomba-lomba memberikan kepuasan. Kami tak lagi rasakan dinginnya udara walau kamarku memakai AC.

Badan kami bersimbah peluh, membuat badan kami jadi lekat keduanya. Saya bergelut mengaduk-aduk pinggulku. Mertuaku menggoyahkan bokongnya. Kurasakan tusukan kontolnya makin cepat bersamaan dengan liukan pinggulku yang tidak kalah pesatnya. Pemain kami makin bertambah hebat.

Baca Juga : Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang

Sprei ranjangku sudah tidak karuan memiliki bentuk, selimut dan bantal dan guling terlontar berantakan di lantai karena pertarungan kami yang semakin bertambah liar dan tidak teratasi. Kurasakan mertuaku mulai menunjukkan pertanda. Saya makin semangat memicu pinggulku untuk bergoyang.

Kemungkinan goyangan pinggulku akan membuat iri beberapa vokalis dangdut sekarang ini. Tidak selang beberapa menit selanjutnya, aku juga rasakan tekanan yang serupa. Saya tidak ingin terkalahkan ini kali. Aku ingin dia juga merasainya. Kemauanku makin kuat. Saya terus memicu sekalian menjerit-jerit histeris. Saya sudah tidak peduli suaraku akan kedengar ke mana saja. Ini kali saya harus menang! Upayaku rupanya tidak sia-sia.

Kurasakan badan mertuaku mulai melafalkanng-ngejang. Dia mengeluh panjang. Menggeram seperti harimau cedera. Aku juga mendesah tepat kuda betina binal yang birahi.
“Eerrgghh.. ooooo….ooooooo…..oooooouugghhhhhh..!!!!” mertuaku berteriak panjang.

Badannya menghentak-hentak liar. Badanku terikut goncangannya. Saya merengkuhnya erat-erat supaya janganlah sampai terpental oleh goncangannya. Tiba-tiba saya rasakan semburan hebat menyiram semua lubuk vaginaku. Semprotannya demikian kuat dan banyak banjiri lubangku. Aku juga rasanya tidak kuat kembali meredam tekanan dalam diriku. Sekalian mendesa pinggulku kuat-kuat, saya berteriak panjang saat capai pucuk kepuasan bersamaan dengan ayah mertuaku. Slot Online Terbaik Dan Terpercaya 2022

Badan kami bergulingan di atas tempat tidur sekalian berangkulan kuat. Karena sangat dahsyatnya, badan kami jatuh dari tempat tidur. Untunglah tempat tidur itu tidak begitu tinggi dan permukaan lantainya tertutup permadani tebal yang empuk hingga kami tidaklah sampai terkilir atau cedera.
“Oooooogggghhhhhhh.. yaahh..,nik….nikkkk nikmaatthh…. yaaahhhh..!!!!” jeritku tidak tertahan.

Tulang-tulangku terasanya bisa lolos dari persendiannya. Badanku lesu, lemas tidak memiliki tenaga terkuras habis dalam pertarungan yang rupanya memerlukan waktu lebih dari 2 jam!
Edan! Jeritku dalam hati. Tidak pernah rasanya saya bercinta sampai sebegitu lama waktunya. Saya cuma dapat merengkuhnya nikmati beberapa sisa kepuasan.

TAMAT^^

Leave A Comment

Your email address will not be published.

en_USEnglish