Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang

Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang

Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D

Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang – Deposit Pulsa Tanpa Potongan Kenalkan namaku Novi Kumala Sari. Umurku sudah mencapai kepala tiga. Telah menikah satu tahun lebih dan baru memiliki seorang bayi lelaki. Suamiku berumur cuma lebih tua setahun dariku. Kehidupan kami bisa disebutkan benar-benar berbahagia. Kami memang berdua kawin dalam usia cukup telat telah di atas 30 tahun. Setelah lewat 40 hari dari melahirkan, suamiku masih takut untuk berhubungan seksual. Kemungkinan ia masih terpikir di saat saya menjerit-jerit di saat melahirkan, memang ia ikut masuk ke ruangan persalinan menemani saya waktu melahirkan. Selain itu saya memang repot betul dengan sang kecil, baik siang atau malam hari. Sang kecil kerap bangun malam-malam, nangis dan saya harus menyusuinya sampai ia tidur kembali.

Sementara suamiku makin repot saja di kantor, mahfum ia bekerja dalam suatu kantor Bank Pemerintahan pada bagian Tehnologi, menjadi pulangnya kerap telat. Kondisi ini berjalan dari waktu ke waktu, sampai satu saat terjadi hal baru yang memberi warna kehidupan kami, terutamanya kehidupan pribadiku sendiri.

Saat itu kami mendapatkan berita jika ayah mertuaku yang ada di Amerika berniat tiba ke arah tempat kami. Memang sejauh ini ke-2 mertuaku tinggal di Amerika bersama dengan anak wanita mereka yang menikah sama orang sana. Ia tiba ini kali ke Indonesia sendiri untuk menuntaskan suatu hal masalah. Ibu mertua tidak dapat turut karena ucapnya kakinya sakit.

Saat sampai waktu kehadirannya, kami jemput di airport, suamiku langsung mencari ayahnya. Suamiku langsung berteriak senang saat mendapati figur seorang pria yang sedang duduk sendiri di ruangan tunggu. Orang itu langsung berdiri dan mendekati kami. Dia lalu berangkulan dengan suamiku. Sama-sama melepaskan kangen. Saya memerhatikan mereka.

Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang

Ayah mertuaku masih terlihat muda diumurnya mendekati akhir 50-an, walau kusaksikan ada banyak lembar uban di rambutnya. Badannya yang tinggi besar, dengan kulit gelap masih tegap dan berotot. Keliatannya dia tak pernah tinggalkan kesukaannya olahraga dari dahulu. Beliau datang dari belahan Indonesia Timur dan saat sebelum pensiun ayah mertua ialah seorang perwira angkatan darat.

“Hei nak Novi. Apa khabar…!”, sapa ayah mertua padaku saat usai berangkulan dengan suamiku.

“Ayah, apa kabarnya? Sehat-sehat saja kan? Bagaimana kondisi Ibu di Amerika..?” balasku.

“Oh…Ibu baik saja. Beliau tidak dapat turut, karena kakinya cukup sakit, kemungkinan keseleo….”

“Mari kita ke rumah”, kata suamiku setelah itu.

Semenjak ada ayah di dalam rumah, ada peralihan yang cukup memiliki arti di kehidupan kami. Saat ini situasi di dalam rumah lebih hangat, penuh gurau dan gelak tawa. Ayah mertuaku orangnya memang pintar bawa diri, pintar ambil hati orang. Karena ada ayah mertua, suamiku menjadi lebih kerasan di dalam rumah. Bercakap bersama, jalanan bersama. Slot Online Terpercaya Dan Terbaik 2022

Namun pada beberapa hari tertentu, tetap tugas kantornya mengambil alih waktunya sampai malam, hingga ia baru sampai kerumah di atas jam 10 malam. Ini umumnya pada beberapa hari Senin tiap minggu. Sampai terjadi kejadian ini di hari Senin ke-3 semenjak kehadiran ayah mertua dari Amerika.

Sore itu saya habis senam seperti umumnya. Memang semenjak satu bulan sesudah melahirkan, saya mulai giat kembali bersenam kembali, karena saat sebelum hamil saya terhitung salah seseorang yang sangat giat lakukan senam dan itu umumnya kulakukan di sore hari. Sesudah berasa lumayan kuat kembali, saat ini saya mulai bersenam kembali, selain untuk melenturkan tubuh, kuharapkan badanku dapat cepat kembali lagi ke wujud sebelumnya yang langsing, karena bentuk badanku terhitung tinggi kurus namun padat.

Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang

Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang
Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang

Sesudah mandi aku segera makan dan meneteki sang kecil di kamar. Karena mungkin tubuh berasa capek dan pegal setelah senam, saya jadi mengantuk dan sesudah sang kecil kenyang dan tidur, saya menidurkan sang kecil di box tempat tidurnya. Selanjutnya saya tiduran pada tempat tidur. Karena sangat sangat mengantuk, tanpa berasa aku segera tertidur. Bahkan juga aku juga lupa mengamankan pintu kamar.

1/2 mimpi, saya rasakan badanku demikian nyaman. Rasa capek dan pegal-pegal barusan seperti berangsur lenyap… Bahkan juga saya rasakan badanku bereaksi aneh. Perasaan nyaman dikit demi sedikit beralih menjadi suatu hal yang membuatku melayang. Saya seperti dibuai oleh embusan angin sepoi-sepoi yang menimpa beberapa bagian sensitif di badanku.

Tanpa sadar saya menggelinjang rasakan semuanya sekalian melenguh perlahan-lahan. Dalam tidurku, saya mimpi suamiku sedang membelai-belai badanku dan kerena sudah lumayan lama kami tidak terkait tubuh, semenjak kandunganku berusia delapan bulan, yang memiliki arti hampir tiga bulan lama waktunya, karena itu berasa suamiku benar-benar agresif menelusuri beberapa bagian peka dari pojok badanku.

Mendadak saya tersadar dari tidurku… tetapi sepertinya mimpiku masih bersambung. Justru belaian, sentuhan dan remasan suamiku ke badanku semakin berasa riil. Selanjutnya saya menduga ini tindakan suamiku yang sudah datang dari kantor. Saat saya buka mataku, kelihatan sinar jelas masih memancar masuk dari lobang angin dikamarku, yang memiliki arti hari masih sore. Lagian ini kan hari Senin, semestinya ia baru pulang cukup malam, jadi siapa ini yang mencumbuku…

Saya selekasnya terjaga dan buka mataku lebar-lebar. Nyaris saya menjerit semaksimal mungkin demikian menyaksikan orang yang menekuni badanku. Ternyata… ia ialah mertuaku sendiri. Menyaksikan saya terjaga, mertuaku sekalian tersenyum, terus meneruskan aktivitasnya menciumi betisku. Sementara dasterku telah terangkut tinggi-tinggi sampai menunjukkan semua pahaku yang putih mulus.

Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D

“Yah…!! Stop….jangan…. Yaaahhhh…!!?” jeritku dengan suara ketahan karena takut kedengar oleh Sang Inah pembantuku.

“Nov, maafkan Bapak…. Kamu tidak boleh geram semacam itu donk, sayang….!!” Dia justru berbicara semacam itu, bukanlah malu didamprat olehku.

“Ayah tidak bisa demikian, cepat keluar, saya minta….!!”, pintaku menghiba, karena kusaksikan tatapan mata mertuaku begitu liar sekalian tangannya tidak stop menggerayang ke sekujur badanku. Saya coba menggelinjang bangun dan cepat-cepat turunkan daster untuk tutupi pahaku dan beringsut-ingsut menjauh darinya dan minim ke ujung tempat tidur. Namun mertuaku semakin menekan maju mendekatiku dan duduk tepat di sampingku. Badannya minim kepadaku. Saya makin ketakutan.

“Nov… Kamu tidak kasihan menyaksikan Bapak semacam ini? Ayolah, Bapak kan telah lama rindukan untuk dapat nikmati tubuh Novi yang langsing padat ini….!!!!”, desaknya.

“Tidak boleh bicara demikian. Ingat Yah… saya kan menantumu…. istri Toni anakmu?”, jawabku coba mengetahuinya.

“Tidak boleh menyebut-nyebut sang Toni sekarang ini, Bapak tahu Toni belum juga menjamah nak Novi, semenjak nak Novi habis melahirkan… Betul-betul kelewatan tu anak….!!, sambungnya.

Ternyata entahlah dengan bagaimana ia dapat memancing jalinan kita suami istri dari Toni. Ooooh…. betul-betul bodoh sang Toni, batinku, tidak tahu tingkah laku Bapaknya.

Mertuaku sekalian terus menekanku berbicara jika dia sudah terkait dengan beberapa wanita lain selainnya ibu mertua dan ia tidak pernah memperoleh wanita yang bertubuh yang semenarik seperti badanku ini. Saya 1/2 tidak yakin dengar perkataannya. Dia cuma coba membujukku dengan rayuan murahan dan memandang saya akan berasa tersanjung.

Saya coba menghindari… tetapi tidak ada ruangan gerak buatku di pojok tempat tidur. Saat kutatap mukanya, saya menyaksikan mimik wajahnya yang kelihatannya semakin hitam karena sudah disanggupi gairah birahi. Saya mulai berpikiran bagaimana triknya untuk turunkan keinginan birahi mertuaku yang terlihat telah menggelora.

Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang

Menyaksikan triknya, saya sadar mertuaku akan melakukan perbuatan apa saja supaya tujuannya kesampaian. Selanjutnya tebersit dalam pikiranku untuk mengocak kemaluannya saja, hingga gairahnya dapat tersalurkan tak perlu memerkosa saya. Pada akhirnya dengan berhati-hati kutawarkan hal tersebut padanya.

“Yahh… agar Novi mengocak Ayah saja ya… karena Novi tidak mau ayah meniduri Novi… Gimana…?”
Mertuaku diam dan terlihat berpikiran sesaat. Raut wajahnya terlihat sedikit sedih tetapi bersatu sedikit lega karena saya masih ingin bertransaksi.

“Baik..”, kata mertuaku seolah tidak punyai alternatif lain karena saya ngotot tidak akan memberi apa yang disuruhnya.
Kemungkinan berikut kekeliruanku. Saya terlampau percaya jika jalan keluar ini akan menahan kegarangannya. Aku pikir umumnya lelaki jika sudah tersalurkan pasti kering gairahnya untuk selanjutnya tertidur. Saya lalu menarik celana pendeknya.

Ugh! Sialan, rupanya ia tidak menggunakan celana dalam kembali. Demikian celananya kutarik, batangnya langsung naik berdiri seakan ada pernya. Saya benar-benar terkejut dan terpana menyaksikan tangkai kemaluan mertuaku itu….
Oooohhhh…… betul-betul panjang dan besar. lebih besar dibanding punyai Toni suamiku. Mana hitam kembali, dengan kepalanya yang mengkilat bundar besar benar-benar tegang berdiri dengan gagah gagah, walau sebenarnya umurnya tidak muda kembali. Slot Online Terbaik Dan Terpercaya 2022

Tanganku bergerak canggung. Bagaimananpun baru ini kali saya menggenggam kontol orang selainnya punya suamiku, mana besar sekali kembali hingga nyaris tidak dapat muat dalam tanganku. Pelan-pelan tanganku memegang batangnya. Kudengar lenguhan nikmat keluar mulutnya sambil menyebutkan namaku.

“Ooooohhh…..sssshhhh…..Noviii…eee..eeena aak… betulll..!!!” Saya mendangak melirik padanya. Terlihat muka mertuaku meringis meredam remasan halus tanganku pada batangnya.

Saya mulai bergerak naik turun telusuri batangnya yang besar panjang dan teramat keras itu. Sesekali ujung telunjukku menyeka moncongnya yang telah licin oleh cairan yang menetes dari lubangnya. Kudengar mertuaku kembali melenguh rasakan nyeri karena usapanku.

Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D

Saya tahu ia sangat bergairah sekali dan kemungkinan dalam seringkali kocokan dia akan menyembur air maninya. Sesaat lagi pasti selekasnya usai telah, pikirku mulai tenang. Dua menit, tiga… sampai lima menit selanjutnya mertuaku masih bertahan walau kocokanku telah makin cepat. Kurasakan tangan mertuaku menggerayangi ke dadaku. Saya kembali mengingati supaya tidak boleh melakukan perbuatan beberapa macam.

“Tidak apapun …..agar cepat keluar..”, kata mertuaku memberikan argumen.

Saya tidak menyetujui dan tidak menepiskannya karena aku pikir ada betulnya juga. Agar cepat usai, kataku dalam hati. Mertuaku tersenyum melihatku tidak melarang kembali. Dia secara halus dan berhati-hati mulai meremas-remas ke-2 payudara dibalik dasterku. Saya memanglah tidak kenakan kutang kerena habis menyusui sang kecil barusan . Maka remasan tangan mertua langsung berasa karena kain daster itu benar-benar tipis.

Sebagai wanita normal, saya rasakan kepuasan atas remasan ini. Apa lagi tanganku masih memegang batangnya dengan kuat, minimal saya mulai dipengaruhi oleh kondisi ini. Walau dalam hati saya telah berkemauan untuk mengendalikan diri dan lakukan semuanya untuk kebaikan diriku juga. Karena tentu saja sesudah ini usai ia tidak melakukan perbuatan lebih jauh kembali padaku.

“Novi sayang.., membuka ya? Sedikit saja..”, pinta mertuaku setelah itu.

“Tidak boleh Yah. Barusan kan telah janji tidak akan beberapa macam..”, ujarku mengingati.

“Sedikit saja. Ya?” desaknya kembali sambil geser tali daster dari bahuku hingga sisi atas badanku terbuka. Saya jadi bingung dan serba salah. Sementara sisi dada sampai ke pinggang telah telanjang. Napas mertuaku makin mengincar kuat melihatku 1/2 telanjang.

“Oh.., Novii kamu betul-betul elok sekali….!!!”, pujinya sekalian memilin-milin dengan berhati-hati puting susuku, yang mulai basah sama air susu. Saya terperangah. Keadaan mulai ke arah pada hal yang tidak aku inginkan.

Kunjungi Juga : Pemburu Jackpot & Wajib 4D Jackpot & Hasrat Bispak

Narasi Seks, Narasi Seks Dewasa, Narasi Seks Sedarah, Narasi Dewasa Seks, Narasi Seks Tante, Narasi Seks Berlanjut, Narasi Seks Terkini, Narasi Seks Bermotif, Narasi Seks Serong, Narasi Seks Pembantu, Kelompok Narasi Seks, Narasi Seks Hijab, Narasi Seks Istriku, Narasi Seks Hot, Narasi Seks Ngentot, Narasi Tante Haus Seks, Narasi Seks Ngentot Satu keluarga, Narasi Seks Sama Bule, Narasi Seks Ngentot Sama Janda, Narasi Seks Abg, Narasi Seks Mahasiswi, Narasi Seks Spg, Narasi Seks Mama Muda, Narasi Seks Anak Smp, Narasi Seks Anak Sma, Narasi Seks Tante Riang, Narasi Seks Aktris, Narasi Seks Perawan, Narasi Seks Indonesia, Narasi Seks Mama, Narasi Seks Janda..

Narasi Sex, narasi sex dewasa, narasi dewasa sex, narasi sex sedarah, narasi sex 17+, narasi sex terkini, narasi sex hijab, narasi sex ibu muda, narasi sex bule, narasi sex indonesia, kelompok narasi sex sedarah, kelompok narasi sex, narasi sex dengan bule, narasi sex universitas, narasi sex 18+, narasi sex serong, narasi sex mode, narasi sex aura kasih, narasi sex dengan anak smp, narasi sex pembantu, narasi sex janda, narasi sex mama muda, narasi sex aktris indonesia, narasi sex anak sma, narasi sex mahasiswi, narasi sex perawan, narasi sex janda muda, narasi sex mode indonesia, narasi sex terbaru.

Saya harus melakukan tindakan cepat. Tanpa berpikir panjang, langsung kumasukkan tangkai kemaluan mertuaku ke mulutku dan mengulumnya sedapat mungkin supaya dia segera usai dan tidak bersambung lebih jauh kembali. Saya tidak memedulikan tindakan mertuaku pada badanku.

Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang

Saya diamkan tangannya dengan bebas menggerayang ke sekujur badanku, bahkan juga saat kurasakan tangannya mulai mengelus-elus sisi kemaluanku juga saya tidak usaha menghindarinya. Saya lebih fokus untuk selekasnya menuntaskan semuanya secepat-cepatnya. Jilatan dan kulumanku pada tangkai kontolnya makin mengganas hingga mertuaku tersengal-sengal rasakan kemahiran permainan mulutku.

Saya lebih semangat dan makin percaya dengan potensiku untuk membuat selekasnya usai. Keyakinanku ini rupanya berpengaruh fatal buatku. Hampir 1/2 jam, saya belum menyaksikan pertanda apa saja dari mertuaku. Saya jadi ingin tahu, sekalian berasa ditantang. Suamiku juga yang telah terlatih denganku, jika sudah kukeluarkan kekuatan semacam ini tentu tidak akan tahan lama. Tetapi mengapa dengan mertuaku ini? Apa dia menggunakan obat kuat?

Karena sangat ingin tahunya, saya jadi kurang memerhatikan tindakan mertuaku padaku. Entahlah semenjak kapan daster tidurku telah lepas dari badanku. Saya baru sadar saat mertuaku usaha menarik celana dalamku dan itu juga telat!

Demikian melihat ke bawah, celana itu barusan lepas dari ujung kakiku. Saya telah telanjang bundar! Ya ampun, mengapa kubiarkan semuanya terjadi. Saya menyesal mengapa mengawalinya. Rupanya peristiwanya tidak sama seperti yang kurencanakan. Saya terlampau tinggi hati dengan keyakinanku. Sekarang semua sudah telat. Amburadul semua! Pekikku dalam hati penuh penyesalan. Keadaan makin tidak teratasi. Kembali lagi saya kecurian.

Baca Juga : Cerpen Sex Janda Liar Suka Muncrat

Mertuaku dengan mahirnya dan tanpa kusadari telah mengubah badanku sampai bersimpangan dengan status badannya. Kepalaku ada di bawahnya sementara kepalanya ada di bawahku. Kami telah ada dalam status enam sembilan! Selang beberapa saat kurasakan sentuhan halus di sekitar selangkanganku. Badanku langsung bereaksi dan tanpa sadar saya menjerit lirih.

BERSAMBUNG…

One thought on “Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang

Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang Part2

Reply

[…] Baca Juga : Cerpen Seks Papa Yang Jago Goyang […]

August 10, 2022 at 7:12 am

Leave A Comment

Your email address will not be published.

en_USEnglish